Sopir Angkot di Sidempuan Unjuk Rasa

Padangsidempuan, (Analisa). Ratusan sopir angkot lyn 01 jurusan Sadabuan-Pasar dan line 09 terminal Pijorkoling-Pasar menggelar aksi unjukrasa di halaman kantor walikota Padangsidempuan, Rabu (19/3).

Pantauan Analisa, ratusan sopir angkot lyn 01 dan 09 itu tiba dihalaman kantor walikota P. Sidimpuan sekitar pukul 11.30 WIB dengan mengenderai puluhan angkutan umum (angkot). Selanjutnya, mereka langsung mengggelar orasi sembari meneriakkan yel-yel perjuangan.

“Aktifkan terminal Hutaimbaru, untuk apa dibangun kalau tidak dipergunakan, “ujar A Manullang Ketua Lyn 01.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani enam ketua lyn masing-masing 01 A.Manullang, Lyn 03 AR Nurdin, Lyn 07 Arbein, 10/15 Marasehan P dan ketua lyn 16 Yusuf disebutkan dua tuntutan yaitu, angkutan luar kota tujuan Batangtoru/ Sibolga Jenis L 300 masih melayani penumpang (berloket) di sekitar Sadabuan sehingga penumpang yang sedianya diangkat oleh angkutan trayek Lyn 01 masih tetap diangkut oleh kenderaan tersebut.

Angkutan pedesan jurusan Sitinjak dan Batangtoru yang sudah diterminal mengeluh karena penumpang lebih dominan memilih naik angkutan jenis L 300 yang masih berada di luar terminal (yang berlokasi lebih dekat yaitu sekitar Sadabuan). Atas dasar itu, masyarakat angkutan kota meminta ketegasan Pemko P. Sidempuan agar menidaklanjuti permasalahan ini sehingga pemungsian terminal yang merupakan wujud kemajuan pembangunan dibidang transportasi Kota P. Sidempuan dapat terlaksana dengan baik.

Menanggapi tuntutan itu, Wakil Walikota P. Sidimpuan Muhammad Isnandar Nasution mengapresiasi dan berjanji akan segera berkordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memaksimalkan keberadaan terminal Hutaimbaru.

Baca Juga :  Mourinho-Perez Retak?

“Tuntutan saudara-saudara supir angkot kami apresiasi, berikan kami waktu untuk membenahinya, ” ujarnya.

Usai mendengar tanggapan Wakil Walikota, ratusan supir angkot lyn 01 itu membubarkan diri dengan tertib namun lyn 09 tetap bertahan hingga sore. Akibat aksi itu, ratusan penumpang terlantar akibat ketiadaan mobil angkutan. Para penumpang tersebut terpaksa menaiki becak mesin meski ongkosnya jauh lebih mahal dari angkutan umum. (hih)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*