Sorik Merapi Kembali Normal

15241499c61d90fbf4695e643fe78abf328e5466 Sorik Merapi Kembali Normal
Gunung Sorik Merapi

MADINA- Status gunung Sorik Merapi yang berdiri di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Mandailing Natal, yang sempat dinyatakan level waspada pada Senin(12/12) lalu, sudah kembali normal, kemarin.

Demikian disampaikan Ketua Pos Pengamatan Gunung Sorik Merapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Sibanggor, Kisroh Nasution, kepada METRO, Rabu (14/12).

Dijelaskan Kisroh, Minggu (11/12) sore memang terlihat hasil rekaman aktivitas Sorik Merapi meningkat. Aktivitas yang dimaksudkan, yakni gempa vulkanik dan puncaknya terjadi pada keesokan harinya, Senin. Lalu, pihaknya melaporkan hasil rekaman seismograf atas aktivitas gunung merapi ke PVMBG di Bandung.

“Memang sejak Minggu aktivitas di bidang vulkaniknya meningkat. Kalau masalah status yang naik bukan kami menetapkan melainkan PVMBG di Bandung karena setiap hari kami melaporkan hasil rekaman,” sebutnya.

Kisroh menambahkan, pihaknya tidak boleh memberitahukan kepada masyarakat tentang hasil rekaman secara langsung. Pasalnya, apabila diberitahukan bisa saja masyarakat akan khawatir dan kacau karena kondisi aktivitas vulkanik yang meningkat itu sudah sering terjadi dan tidak ada hal yang membahayakan bagi masyarakat.

“Kita tidak diizinkan memberitahukan hasil rekaman kepada masyarakat secara langsung, PVMBG yang memberitahukan, kita hanya melaporkan hasil rekaman setiap hari,” imbuhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Madina, Syamsir Lubis, kepada METRO mengaku, Pemkab Madina telah diberitahukan mengenai aktivitas gunung merapi meningkat. Pihaknya juga telah menyampaikan kepada masyarakat untuk waspada dan agar jangan dulu beraktivitas di sekitar gunung merapi. Pasalnya, ada sebagian masyarakat yang berkebun tak jauh dari kaki gunung.

Baca Juga :  Berburu Bukaan di Pasar Baru Panyabungan

“Kita sudah sampaikan kepada aparat desa agar memberitahukan kepada masyarakat jangan dulu beraktivitas di sekitar gunung sepanjang 1,5 kilometer kalau statusnya masih waspada,” katanya.

Sementara itu, Zulkarnain warga Desa Sibanggor Tonga yang tak jauh dari kaki gunung sekitar 4 kilometer dari pemukiman penduduk, didampingi sejumlah warga menyebutkan, sebagian masyarakat tidak tahu atas status gunung merapi menjadi waspada.

Hanya saja diakui Zulkarnain, status waspada ini sudah sering terjadi dan diketahui warga tetapi selama itu juga belum pernah ada hal yang membahayakan bagi warga. Dan bagi sebagian warga yang mengetahui status waspada ini juga sudah tidak khawatir lagi. “Naik status menjadi waspada memang sudah sering terjadi warga tetap aman, namun kalau memang sudah ada pengumuman resmi dari pemerintah, warga tidak beraktivitas lagi di sekitar gunung,” akunya.

Dijelaskannya, setiap ada peningkatan aktivitas seperti yang dikabarkan saat ini, ada memang perubahan sedikit terhadap gunung, semisal ada kumpalan asap dan terkadang terdengar suara kecil seperti butiran pasir yang jatuh ke tanah.

“Hari Minggu kami memang melihat asap gunung berubah dari biasanya, warnanya agak gelap dan malam harinya ada terdengar suara kecil,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Sorik Marapi merupakan gunung merapi aktif yang berketinggian 2.145 meter dari atas laut. Koordinat puncak gunung adalah 0°41′ 11″ Lintang Selatan, dan 99° 32′ 13″ Bujur Timur dan di puncaknya terdapat sebuah danau vulkanik. Gunung ini tercatat pernah meletus sebanyak tujuh kali yakni yang tercatat pertama kali pada tahun 1830 dan terakhir pada tahun 1987. (wan)

Baca Juga :  Pelantikan Plt Bupati Palas - Mendagri Abaikan Putusan PTUN

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*