Spanduk Balon Kepala Daerah Semrautkan Sidimpuan

(Analisa/hairul iman hasibuan). Baliho dan spanduk sejumlah Bawalkot tampak menghiasi gedung, papan reklame serta persimpangan jalan di kawasan pusat Kota P. Sidimpuan. Tidak ada teguran atau penertiban yang dilakukan Pemko setempat meski sudah menyalahi aturan.

P. Sidimpuan, (Analisa). Meski tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) belum dimulai, namun perang spanduk dan baliho para bakal calon kepala daerah sudah menghiasi hampir setiap kawasan di Kota Padangsidimpuan. Akibatnya, kota dalihan natolu ini terkesan semraut.

Pantauan Analisa, Selasa (27/3), ratusan spanduk, baliho dan poster terpajang dan menempel diseluruh tempat mulai dari tiang listrik, kedai-kedai kopi, persimpangan jalan, gedung-gedung hingga pohon dan tanaman-tanaman yang ada di sepanjang jalan perkotaan.

Poster maupun spanduk para Bawalkot yang akan bersaing pada Pemilukada Oktober 2012 mendatang itu beragam bentuk dan besarnya. Jika biasanya papan-papan reklame memuat iklan produk pasar, namun kini memuat gambar-gambar para Bawalkot.

Parahnya lagi, baliho baleho para Bawalkot tersebut ditempatkan di lokasi-lokasi persimpangan yang dapat membahayakan jarak pandang pengendara.

“Perang baliho, poster dan spanduk yang dilakukan para Bawalkot ini sangat mengganggu keindahan kota dan dapat memicu terjadinya kecelakaan antar para pengendara,” ujar Kodir Pohan (45) warga Jalan Sudirman Kota P. Sidimpuan.

Dikatakan, para Bawalkot selayaknya lebih mengutamakan nilai estetika dalam menyosilisasikan diri, sehingga tidak ada kesan seolah olah hanya mementingkan diri tanpa peka terhadap dampak yang dilakukannya.

“Belum lagi jadi pemimpin, saat ini saja mereka sudah berani merusak keindahan kota, konon lagi sudah duduk, lebih dari itu mereka pasti berani melakukannya,” cetusnya sembari meminta para Bawalkot dan Tim Suksesnya agar dapat bersikap lebih bijak dan profesional.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Landa Gunung Tua

Dijelaskan, banyak cara elegan yang bisa di praktekkan para Bawalkot yang salah satunya terjun langsung dan bercampur dengan masyarakat guna mendengar dan memberikan solusi keluhan dan rintihan mereka.

“Cara ini lebih efektif merebut simpati warga dibanding perang poster, baliho dan spanduk,” katanya.

Hal senada diutarakan tokoh pemuda Kota P. Sidimpuan Asril Siregar yang menilai tindakan perang baliho, spanduk dan poster yang dilakukan para Bawalkot, menunjukkan ketidaksiapan mereka bersaing dalam Pemilukada Oktober 2012 mendatang.

“Bila mereka merasa sudah siap bertarung, pasti mereka akan bersikap lebih elegan dengan menunggu aba-aba dibukanya kran kampanye, bukan malah mencuri start. Inikan buktinya mereka takut tidak dipilih masyarakat,” katanya.

Asril mengatakan, perang baliho, spanduk dan poster ini sudah mulai membudaya di kalangan pejabat khususnya setiap menjelang adanya perayaan akbar sehingga akan sulit memberantasnya hingga para Bawalkot memiliki sikap elegan dan profesional.

“Sebelum sikap elegan dan profesional tertanam di hati para Bawalkot, jangan bermimpi pencurian start kampanye bakal dapat dihentikan di kota tercinta ini,” ujarnya.

Diharapkannya, Pemerintah Kota P.Sidimpuan melalui instansi terkait, KPUD maupun Panwaslu segera turun tangan untuk menertibkan seluruh poster, spanduk hingga baleho para bawalkot agar kota dalihan natolu ini kembali asri. (hih)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Uhhh... Segarnya Menikmati Aliran Air Aek Siraisan Kec. Ulu Barumun Padang Lawas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*