Spies Suka Dinding Pemisah di Yamaha

Dinding pemisah antara dua pembalapnya masih akan dipergunakan Fiat Yamaha musim depan. Ben Spies yang jadi “anak baru” takkan kagok karena sudah tidak asing dengan dinding tersebut.

Dalam beberapa musim terakhir, Yamaha sudah menggunakan dinding pemisah antara Lorenzo dengan Valentino Rossi. Hasilnya positif sehingga strategi serupa akan digunakan musim depan untuk Lorenzo dan Spies.

Spies sendiri pada dasarnya tidak asing dengan strategi semacam itu. Saat masih bergabung di Tech 3 Yamaha, dinding serupa pun memisahkannya dengan Colin Edwards.

Maka dari itu, Spies pun takkan kagok menemui dinding pemisah yang akan ia hadapi di Fiat Yamaha, saat dirinya membela tim itu pada musim depan.

“Aku suka dindingnya. Itu membantu tim fokus dan ini lebih baik untuk konsentrasiku. Yang terpenting antara Jorge denganku adalah kami membagi data. Aku bisa melihat datanya dan dia bisa melihat dataku kapan saja,” terang Spies di Superbikeplanet.

“Tembok itu bagus jika, misalnya, rekanmu crash dan krunya butuh membangun ulang motor. Maka mekanikku dan diriku sendiri pun jadi tidak buyar konsentrasinya,” lanjut Spies.

Hubungan Spies dengan Lorenzo sendiri saat ini terlihat cukup harmonis. Kedunya bahkan dinilai lebih akur ketimbang saat Lorenzo memiliki Rossi sebagai rekan beberapa musim terakhir.

Dinding pemisah yang ada di Yamaha itu mulai diberlakukan pada tahun 2008 untuk menjaga tidak ada kebocoran data antara Michelin dan Bridgestone. Ketika itu Rossi dan Lorenzo menggunakan ban yang berbeda.

Baca Juga :  MotoGP Valencia - Stoner dan Rossi Berpisah di Podium

Saat MotoGP menetapkan pemasok tunggal di tahun 2009, Rossi meminta agar dinding pemisah itu tetap diberlakukan. Dinding tersebut kini akan tetap berdiri bahkan setelah Rossi pergi ke Ducati. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*