SRIWIJAYA TERGELINCIR: Penumpang Panik Luar Biasa, Takut Pesawat Meledak

JAKARTA—Penumpang pesawat Boeing 747-400 yang tergelincir di Bandara Supadio Pontianak Kalimantan Barat Jumat sore (19/10) sempat panik luar biasa sesaat ban pesawat dari Jakarta itu menyentuh landasan.

“Tidak lama setelah ban menyentuh landasan, pesawat oleng, beberapa saat kemudian tergelincir hingga keluar landasan,” ungkap Dewi, salah seorang penumpang Sriwijaya Air.

Dia menceritakan saat kejadian itu semua penumpang sangat panik, takut kalau pesawat itu akan meledak. “Semua penumpang berteriak, saya sendiri sempat menangis, tidak tahu apa yang akan terjadi. Syukurnya kami bisa selamat,” ujarnya. (ilustrasi: antara foto).

Dewi mengaku nekat untuk terjun dari pintu pesawat, saat pintu dibuka. Seluruh penumpang dalam kondisi basah kuyup karena harus keluar dari pesawat dalam kondisi hujan lebat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pesawat dari Jakarta tersebut saat akan melakukan pendaratan di Supadio Pontianak cuaca dalam kondisi hujan lebat.

Pesawat Boeing 737-400 milik Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 tergelincir di Bandara Supadio Pontianak pada sore hari pukul 16.45 WIB. Akibatnya operasional bandara ditutup untuk sementara waktu untuk kepentingan evakuasi.

Pasca kejadian itu, sedikitnya tujuh penerbangan dari berbagai kota menuju Bandara Pontianak terpaksa tertunda pendaratannya dan dialihkan ke bandara terdekat menyusul kejadian tergelincirnya pesawat Boeing 737-400 Sriwijaya Air.

“Evakuasi pesawat masih sedang berlangsung, kami belum tahu sampai kapan bandara ditutup,” kata Kepala Divisi Operasi PT Angkasa Pura II cabang Bandara Supadio Pontianak Syarif Usmulyani, tadi malam (19/10).

Baca Juga :  Family Gathering SEFI, Bukan Gathering Klub Mobil Biasa

Dia menyebutkan evakuasi agak terhambat karena bandara masih diguyur hujan dan tanah yang lembek. “Namun, kami akan terus berusaha untuk memindahkan pesawat ini ke tempat yang aman,” ujarnya. (antara)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*