Staf DPRD Palas Tidak Nyaman Jalankan Tugas

www.harian-global.com

monyet Staf DPRD Palas Tidak Nyaman Jalankan Tugas Ketidakharmonisan hubungan antara Sekretaris Dewan (Sekwan) dengan anggota DPRD Kabupaten Padanglawas, berdampak pada kinerja staf DPRD yang merasa tidak nyaman menjalankan tugas.

Demikian diakui Kabag Keuangan Mardiah Br Tobing SH dan Kepala Bagian Umum DPRD Palas, ketika ditemui Global kemarin.

Kedua pejabat bawahan Sekwan DPRD Palas ini mengakui akibat adanya kemelut yang berkepanjangan. “Kami hampir-hampir stres melihat keadaan ini,” ujar keduanya yang tidak mau memberi komentar perihal kemelut yang terjadi tersebut.

Sementara sejumlah staf Tenaga Kerja Sukarelawan (TKS) yang namanya enggan disebutkan, mengakui adanya pemotongan honor mereka, bahkan ada yang mengakui menandatangani ampra gaji tiga bulan, tetapi yang diterima hanya sesuai lama bertugas. Dan ada juga yang masa kerjanya 3 bulan, tetapi yang diterimanya hanya honor 2 bulan.

Menyikapi persoalan yang muncul, Pimpinan Dewan H Syahwil Nasution didampingi Ammar Makruf Lubis SH serta sejumlah anggota Dewan seperti Syahrul Hasibuan, Khoiruddin Daulay, HM Yunan Hasibuan membenarkan bahwa selain hubungan Sekwan dengan Dewan tidak harmonis, juga terjadi dikubu sesama sekretariat.

H Syahwil  Nasution menegaskan, perbuatan Sekwan yang tega memotong honor para TKS tersebut sangat keterlaluan dan tidak punya prikemanusiaan, dan lebih dari itu sangat merugikan negara.
Sekwan Drs Aritonga Siregar ketika dikonfirmasi Global melalui HP menjelaskan bahwa penyaluran honor TKS sudah diserahkannya kepada Bagian Urusan Dalam (Urdal) Pangadi, sembari mengakui TKS yang menerima honor telah menandatangani tanda terima.

Baca Juga :  LP2TS Sampaikan Surat Permintaan Realisasi Pemindahan Ibukota Tapsel Kepada Mendagri

Namun A Siregar menegaskan tidak ada pemotongan, jumlah yang dibayarkan itu sesuai masa kerja. “Apabila masa kerjanya 2 bulan, ya kita bayarkan gajinya 2 bulan,” jelas Aritonga.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Dewan dengan Sekretariat dewan aja masih ribut, bagaimana memikirkan pembangunan Padang Lawas, apalagi untuk memikirkan kesejahtraan rakyat ?

    Anggota DPRD Palas Yth. Tolong diusut KEMATIAN seorang warga bernama SAHARI br SAMOSIR di PUSKESMAS BINANGA pada bulan Nopember 2009, saat melahirkan hrs dioperasi ke RS.P.Sidempuan, pihak Puskesmas minta ongkos Ambulan Rp.1juta (menurut pihak Puskesmas ongkos Rp.1juta tsb sesuai keputusan Bupati Palas) karena keluarga korban hanya mampu bayar Rp.500ribu, lalu korban ditelantarkan di Puskesmas, setelah beberapa jam terlantar di Puskesmas Binanga lalu korban dibawa oleh keluarga ke Psp dgn menghunakan mobil Pick-up milik warga yg iba, TAPI MALANG, DALAM PERJALANAN SEBELUM SAMPAI KE RS, KORBAN MENINGGAL DUNIA, Mohon diusut ini menyangkut JIWA MANUSIA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*