Status KLB Penyakit Diare Padang Bolak Dicabut

Paluta, Status kejadian luar biasa (KLB) yang melanda Kecamatan Padang Bolak akhirnya di cabut, artinya dinkes melalui Puskesmas Gunung Tua sudah tidak ada menerima pasien dengan kasus diare yang akhir-akhir ini marak terjadi.

Informasi dihimpun di Puskesmas Gunung Tua tercatat sebanyak 155 penderita dengan kasus diare yang tersebar di berbagai desa se-Kecamatan Padang Bolak.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Paluta dr Zunaidah Hasanah Harahap Mke melalui Kasi Wabah Bencana Nurmaynides SKM menyebutkan status KLB di wilayah Padang Bolak telah di cabut statusnya dari siaga KLB sejak, Senin (1/9) lalu dengan alasan penderita diare yang belakangan marak terjadi di beberapa daerah Kecamatan Padang Bolak sudah tidak terjadi lagi.

“Status KLB di Kecamatan Padang Bolak telah di cabut, pasien penderita diare sudah tidak ada lagi,”ujarnya kemarin.

Menurutnya , dari 155 orang penderita diare yang terjadi beberapa waktu lalu, 9 orang diantaranya sempat dirujuk ke RSUD Paluta, Desa Aek Haruaya, Kecamatan Portibi dan desa yang warganya paling banyak menderita penyakit diare berasal dari Desa Pagaran Tonga, sebanyak 44 orang dan Gunung Tua sebanyak 31 orang serta Desa Sosopan sebanyak 21 orang.

Ketika disinggung mengenai penyebab diare yang telah dialami ratusan warga Kecamatan Padang Bolak ini, Nurmaynides SKM menjelaskan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima hasil penelitian dari laboratorium Dinkes Propsu, padahal pihak Dinkes Propsu sudah pernah mendatangi lokasi wabah diare untuk mengambil sampel baik berupa kotoran dan berbagai bahan lainnya untuk dibawa serta di analisis di laboratorium untuk diketahui penyebab utama dari penyakit diare ini.

Baca Juga :  Sungai Aek Mata Meluap, Puluhan Rumah Terendam

“Penyebab pastinya sih belum tahu apa, soalnya hasil lab dari Propsu belum datang, Dari komunikasi yang dilakukan oleh pihak Dinkes Paluta ke Dinkes Propsu disinyalir penyebab utama terjadinya diare berasal dari air,” pungkasnya. (ong)

/(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*