Stop Penambangan Liar! Di Kab. Padang Lawas

www.metrosiantar.com

Stop Penambangan Liar! Di Kab. Padang Lawas

PALAS-METRO; Sejumlah warga yang berdomisili di Desa Parmaianan, Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Padang Lawas (Palas), mendesak pihak terkait untuk menertibkan penambangan galian C liar yang bergerak di bidang pengerukan pasir dan batu di wilayah tersebut.

Salah satu warga Desa Parmainan, Ruslan Hasibuan, yang juga mantan Kades Parmainan, mengutarakan, ia dan peternak lainnya resah. Sebab, galian C tepatnya di Aek Sosa sekitar 500 meter dari Desa Parmainan, ada sekitar 47 hektare jalangan ternak jenis kerbau atau sapi (tempat gembala, red) yang dikhususkan untuk tempat gembala sejak nenek moyang mereka.

Namun, pihak pengelola galian C membuka parit yang menghubungkan antara Aek Sosa dengan tempat gembala, sehingga ternak-ternak warga tidak bisa melompat akibat parit yang dibuat lebarnya sekitar 3 meter lebih oleh pemilik galian C ilegal tersebut.

“Galian C ilegal tersebut sudah beroperasi sekitar 2 bulan. Namun, siapa pemiliknya saya tidak tahu,” ujarnya.

Dilanjutkannya, kesepakatan warga Desa Parmainan dalam menyepakati jalangan kerbau atau tempat gembala tersebut dibuat tempat penggembalaan ada, sekarang jumlah populasi ternak ada sekitar 200-an ekor. “Mengapa tidak ada tindakan dari pihak perizinan dalam menertibakannya. Padahal, sudah jelas liar,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu warga bermarga Daulay yang berada di lokasi galian C ilegal tersebut menuturkan, kalau yang memiliki galian C tersebut adalah masyarakat. “Yang punya ini masyarakat, siapa saja boleh menggali di sini, kita buat namanya Pantai Tama Rona,” ujarnya.

Baca Juga :  Usman, 17 Tahun Terbaring di Papan

Sementara itu Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Palas, Burhanuddin Harahap, ketika dikonfirmasi apakah galian C tersebut ada izinnya, menegaskan, kalau galian C tersebut tidak memiliki izin. “Tidak ada izin galian Desa Parmaianan,” pungkasnya. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. kalau bisa secepatnya diselesaikan jangan sampai menimbulkan masalah besar, mungkin masyarakat sekitar tidak tau apa yang dilakukan harus ada izin, saran saya kepada pihak yang berwenang tolong diselesaikan dengan kekeluargaan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*