Studi Banding Anggota DPR Ke Luar Negeri Habiskan Anggaran Rp 3,7 M

Rencana studi banding anggota Komisi IV dan X DPR RI ke luar negeri pada September hingga Oktober ini banyak menuai kritik. Studi banding yang akan dilakukan ke lima negara sedikitnya akan menelan anggaran hingga Rp 3,7 Miliar.

“Selama 3 minggu ke depan anggaran kunjungan ke luar negeri anggota dewan akan menghabiskan anggaran negara sebesar Rp. 3,7 milyar,” kata Kordinator Investigasi dan Advokasi Seknas FITRA Uchok Sky Khadafi, dalam siaran pers, Selasa (14/9/2010).

Tujuan kunjungan komisi IV ke Belanda dan Norwegia adalah berkaitan dengan studi banding pertanian dalam rangka RUU Hortikulkura. Sementara itu tujuan kunjungan Komisi X ke 3 negara, Afrika Selatan, Korea selatan dan Jepang untuk melakukan studi banding yang berkaitan dengan Pramuka.

“Sebetulnya staf ahli anggota DPR telah menyelesaikan DIM (Daftar Investaris Masalah) baik DIM untuk RUU pramuka maupun DIM RUU Hortikulkura. Jadi, kunjungan ke luar negeri anggota DPR tidak diperlukan lagi, karena DIM sudah selesai semua dan tinggal dibahas bersama anggota DPR,” kata Uchok.

Menurut data yang dimiliki Seknas FITRA, pengeluaran anggota dewan ke luar negeri ke lima negara tersebut menghabiskan anggaran Rp. 3,7 milyar. Rinciannya, studi banding ke Belanda menghabiskan Rp 766.102.400, Norwegia Rp 877.054.400, Afrika Selatan Rp 795.064.000, Jepang Rp 640.504.000, dan Korsel Rp 611.662.000.

“Kami dari seknas FITRA meminta kepada anggota dewan terhormat untuk membatalkan saja kunjungan ke lima negara, dan uang sebesar Rp. 3.7 milyar bisa kembali lagi ke kas negara atau disumbangkan saja kepada orang-orang miskin,” ungkapnya.

Baca Juga :  KPK dapat info dugaan korupsi e-KTP tak hanya dari Nazaruddin

Seknas FITRA mendapat data tersebut dari RKA/KL (Rencana Kerja Anggaran/Kementerian/Lembaga) DPR tahun 2010.

(mpr/ndr)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/09/14/174915/1440587/10/studi-banding-anggota-dpr-ke-luar-negeri-habiskan-anggaran-rp-37-m?991102605

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Saya setuju2 saja, asalkan hasil yang diperoleh dari studi banding tersebut bermanfaat bagi orang banyak, dan harus dipertanggungjawabkan biaya yang telah dikeluarkan, juga harus segera direalisasikan hasil studi tersebut secara maksimal kepada publik, sama seperti semudah menghabiskan biaya studi tersebut…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*