Studi Banding, Warga Nagajuang Tolak Kades ke Sulawesi

MADINA-Sekitar empat ratusan warga Kecamatan Nagajuang, Mandailing Natal mendatangi kantor Camat Nagajuang, Kamis (8/9). Mereka meminta Camat Edi Sahlan menghentikan rencana keberangkatan seluruh kepala desa untuk studi banding bidang pertambangan ke Manado, Sulawesi Utara yang didanai PT Sorikmas Mining.

Rencananya, tujuh kades di Kecamatan Nagajuang tersebut akan berangkat studi banding pada Sabtu (10/9). Tujuannya, agar mengetahui apa dampak tambang emas jika beroperasi di daerah tersebut.

14549883cc9fca33320738a4a5b9757d3ae5f787 Studi Banding, Warga Nagajuang Tolak Kades ke Sulawesi
Warga Nagajuang yang menolak kades ke Sulawesi.

Aksi warga ini disambut Camat Nagajuang Edi Sahlan dan unsur Muspika. Kemudian dilakukan musyawarah di aula kantor camat. Dihadapan Camat Edi Sahlan bersama Muspika, ratusan warga menegaskan rencana studi banding ke Sulawesi itu sama saja merestui PT Sorikmas Mining (SM) beroperasi di wilayah Tor Sihayo yang tak jauh dari pemukiman warga Nagajuang. Padahal, ini bertolak belakang dengan keinginan masyarakat selama belasan tahun yakni, warga Nagajuang tidak pernah menyetujui seluruh aktifitas PT SM yang bergerak di bidang tambang emas. Bahkan, warga mengaku telah mengirimkan surat ke Presiden RI.

Masyarakat juga menegaskan kepada Camat Nagajuang, apabila keberangkatan studi banding tersebut terjadi maka dipastikan akan ada konflik berkepanjangan di tengah-tengah masyarakat. Sebab akan terjadi kubu pro dan kontra, sehingga diyakini akan dapat memecah belah masyarakat Nagajuang.

“Kami telah berulang kali melakukan aksi dan menyatakan sikap bahwa seluruh masyarakat Nagajuang menolak tambang PT SM apapun yang terjadi, dan itu sudah kami buktikan. Namun secara halus PT SM tetap menjalankan aksi pendekatannya kepada masyarakat. Dan hari ini PT SM juga telah menggunakan camat untuk memengaruhi masyarakat dengan mengundang seluruh kades kami mengikuti studi banding ke Sulawesi,” seru K Simanjuntak salah seorang warga.

Baca Juga :  Pelaksanaan Pemilihan Calon Legislatif (Caleg) Tingkat DPRD I,DPRD II,DPR RI dan DPD di Kecamatan Aek Nabara Barumun,Kabupaten Padang Lawas.

Saat dikonfirmasi METRO, K Simanjuntak didampingi warga lainnya menuturkan, mereka mengetahui agenda keberangkatan studi banding tersebut dari dua orang kepala desa yang tidak setuju atas pemberangkatan tersebut. “Kalau tak diceritakan kepada kami oleh dua kades itu, kami tak akan tau masalah keberangkatan ini. Jadi inilah yang membuat kami merasa dibodoh-bodohi. Camat kan sudah tau kalau masyarakat dengan tegas menolak keberadaan PT SM,” sebutnya.
Warga juga mengaku kesal terhadap lima kades yang sengaja mendiamkan rencana keberangkatan ke Sulawesi. Menurut warga, sebaiknya lima kades itu memusyawarahkannya terlebih dahulu dengan warga, bukan dengan mengambil keputusan sendiri.

“Bagusnya lima kades itu memberitahukan kepada warga terlebih dahulu atas rencana keberangkatan itu, jangan mengambil keputusan sendiri. Kami setelah mengetahuinya, lalu mengambil sikap untuk menolak keberangkatan itu,” seru warga.
Camat Nagajuang Edi Sahlan SH saat ditemui METRO, Kamis (8/9) sore di sekretariat Pemkab Madina mengatakan, pihaknya telah menerima Surat Perintah Tugas (SPT) atas keberangkatan tersebut. Untuk itu, kata Edi, dia bersama kepala desa ditambah tujuh tokoh masyarakat tetap berangkat. “Kami telah menerima SPT dari Bupati dan tetap berangkat bersama kepala desa, tapi tergantung bagaimanalah apakah seluruh kadesnya ikut atau bagaimana, yang pasti perintah tugas telah ada,” sebut camat sambil berlalu. (wan)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Polres Tapsel Bekuk 11 Tersangka Narkoba

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*