Misi Kedua Sugito Pejalan Kaki Dari Tapanuli Selatan: Semoga Dapat Bertemu Presiden RI

Misi Kedua : Semoga Dapat Bertemu dengan Bapak Presiden RI (Photo: Maraiman Rambe)_

MISI KEDUA : SEMOGA DAPAT BERTEMU PRESIDEN RI

Inilah Misi kedua bapak sugito Berjalan Kaki dari kabupaten Tapanuli Selatan ke Medan untuk menjumpai Gubernur Sumatera Utara Bpk Gatot Pudjougroho untuk meminta arahan dan petunjuk seputar tindak lanjut untuk bertemu Bapak Presiden RI Ir. H. Jokowi Widodo yang mana sugito diarahkan menunggu jadwal atapun arahan dari sekretariat Negara untuk bisa bertemu dengan bapak Presiden.

Niat sugito ingin berjumpa dengan bapak Presiden selain menyampaikan Aspirasinya sebagai wong cilik untuk dapat di perhatikan juga termasuk revolusi mental sesuai dengan gagasan beliau, dan sekaligus harapan mendapatkan penghargaan dari Museum Record Indonesia (MURI) sebagai pejalan kaki terlama dan terpanjang di Indonesia.

MISI PERTAMA – GAGAL BERTEMU PRESIDEN RI

Sebelumnya, Sugianto (48), warga Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, sudah melakukan MISI PERTAMA, memenuhi nazarnya berjalan kaki dari tapanuli selatan, untuk menemui Presiden Jokowi, di mulai tgl 31 agustus 2014, dan sampai di Jakarta tgl 16 – OKtober 2014 dengan 3 sandal dan entah berapa kali kakinya bengkak namun tak di rasakan .

Namun di Jakarta Sugito belum dapat bertemu dengan Jokowi, segala macam cara di lakukan dari menunggu Presiden di depan Istana
”saya pernah menunggu pak Jokowi di depan istana, kebetulan Beliau keluar lari pagi namun saya tak dapat menemuinya” .

Baca Juga :  Poldasu Didesak Periksa Mantan Dinsosnakertrans Paluta

Keteguhan dan keuletan Sugito petani karet ini membuahkan sedikit harapan dapat bertemu Jokowi, setelah beliau menyampaikan suratnya ke sekretariat negara ”saya di minta balik lagi 10 hari lagi untuk mendapatkan jawaban“ ujarnya.

Sekali lagi Ayah enam anak ini berdoa semoga apa yang di inginkannya tercapai ”saya mohon doanya, semoga dapat bertemu dengan Pak Jokowi” pungkasnya.

/Maraiman Rambe (email)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*