Sumut cetak sawah baru seluas 450 Ha (Madina250 ha, Tapsel 100 ha)

%name Sumut cetak sawah baru seluas 450 Ha (Madina250 ha, Tapsel 100 ha)
Sumut cetak sawah baru seluas 450 Ha (Madina250 ha, Tapsel 100 ha)

WASPADA ONLINE

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut), tahun ini akan mencetak sawah baru seluas 450 hektare untuk memperkokoh posisi daerah ini sebagai salah satu lumbung beras nasional.

“Sawah seluas 450 hektare itu merupakan bagian dari rencana pencetakan sawah baru total 19.200 hektare mulai 2010 hingga 2014, dengan dukungan dana dari APBN,” kata Kepala Dinas Pertanian Sumut M Roem S, malam ini.

Roem mengatakan, pencetakan sawah baru seluas 450 hektare itu akan dibuka di Mandailing Natal 250 hektare, dan Asahan serta Tapanuli Selatan masing-masing 100 hektare.

Ia juga mengatakan, pencetakan sawah baru yang biayanya sekitar Rp7,5 juta per hektare itu, pengerjaannya dilakukan kelompok tani di daerah masing-masing, bukan merupakan proyek Dinas Pertanian.

Pencetakan sawah baru dilakukan di lahan “tidur” yang banyak terdapat di Mandailing Natal, Asahan, Tapanuli Selatan, Labuhan Batu Utara, Nias Selatan, serta Pakpak Barat.

“Daerah-daerah tersebut menjadi sasaran pencetakan sawah baru di Sumut hingga 2014,” katanya.

Menurutnya, jika sawah semakin luas dan produktivitasnya juga terus meningkat, tentu produksi padi Sumut selalu surplus dan memperkokoh keamanan pangan nasional.

Ia menyebutkan produksi padi Sumut sesuai perkiraan (angka ramalan) II tahun 2009 sudah mencapai 3,4 juta ton, sementara tahun ini diharapkan mencapai 3,681 juta ton.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Alimuddin Sidabalok mengatakan produksi padi di Sumut sudah di atas angka nasional, atau rata-rata 45,46 kuintal per hektare.

Baca Juga :  SMPN 1 Sipirok Minim Fasilitas

“Produktivitasnya semakin tinggi karena didorong kesadaran petani untuk selalu menggunakan benih unggul,” pungkasnya.
(dat07/ann)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 13 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*