Sumut diteror HIV ‘tusuk gigi’

tusukgigiIst Sumut diteror HIV ‘tusuk gigi’MEDAN – Warga Sumut kini sedang resah. Pasalnya ancaman penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) beredar lewat pesan singkat di ponsel (SMS). SMS itu berbunyi “HIV sedang disebarkan lewat tusuk gigi di rumah makan”.

Artinya, jika informasi yang beredar ini benar adanya maka HIV tidak hanya terjangkit lewat jarum suntik, transfusi darah atau gonta ganti pasangan saja.

Menurut sejumlah dokter dan pengiat Lembaga Pember­dayaan Masyarakat (LSM) yang konsen menangani masalah narkotika menduga munculnya SMS ini berawal saat penderita HIV/AIDS yang putus asa tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Akibatnya, sewaktu-waktu penderita bisa memendam dendam. Sehingga si penderita berniat menyebarkan atau menularkan penyakit mereka melalui tusuk gigi.

Modusnya, si penderita menusuk gusinya sendiri hingga berdarah. Kemudian diusap hingga kering, tanpa diketahui mengembalikan ke tempat semula. Berharap, tusuk gigi itu kembali digunakan orang lain.

SMS itu cukup membuat sebagaian penerima merasa khawatir dan segera menyebarkan kepada kerabat terdekat me­reka. Alasannya mene­rus­kan pesan itu karena ketakutan tanpa sengaja terjangkit virus yang belum ditemukan obatnya itu. “Setelah dapat pesan itu, segera kukirim ke teman-teman dan saudara. Daripada terkena virus, lebih baik men­cegah,” kata salah seorang kar­yawan swasta di Medan, Can­dra Siregar.

Candra mengatakan dirinya mendapatkan pesan dari re­kannya sesama organisasi di Ikatan Mahasiswa Muhama-diyah Medan. Sedangkan, temannya mengakui mendapatkan SMS itu dari orang lain yang notabenenya juga rekannya.

Baca Juga :  Unjuk Rasa di Kejaksaan Minta Usut Dugaan Korupsi di Dinkes Sumut

Hati-hati dan tidak mau terlanjur terjangkit, setelah menerima pesan itu, Hamzah (32) karyawan swasta mengatakan tidak mau lagi menggunakan tusuk gigi sembarangan. “Aku terima pesan itu kemarin. Sekarang tak mau menggunakan tusuk gigi sembarangan. Lebih baik bawa stok (persediaan) dari rumah saja,” keluhnya.

Namun,  keresahan ini segera dijawab oleh Analis Kesehatan, Delyuzar. Dokter yang konsern terhadap penderita HIV/ Aids ini mengatakan bahwa rumor ini adalah bagian dari mendeskriditkan penderita HIV/Aids.

“Orang yang terjangkit dan mendapatkan konseling mengenai penyebaran virus bia­sanya akan lebih peduli, men­cegah virus menyebar. Bahkan se­bagian mereka menjadi aktivis mengenai pencegahan,” katanya.

Dijelaskannya, virus HIV hanya mampu hidup selama 6 menit di udara terbuka. Art­inya, berbeda jika berada di dalam jarum suntik dengan rongga di tengah jarum, virus bisa bertahan hidup lebih lama, karena terlindungi. “Artinya, jika pun ada orang usil menebar isu menyesatkan itu, dipastikan virus itu akan segera mati. Tidak bertahan lama,” ujar Delyuzar.

Untuk itu, Delyuzar menghimbau agar masyarakat tidak resah dengan rumor ini. “HIV itu menular melalui hubungan seksual, jarum suntik dan darah bukan lewat tusuk gigi dari penderita HIV,” tegasnya.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Hanya 3 Kabupaten/Kota di Sumut Terima CPNS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*