Sumut Hujan Lebat Hingga September

hunjan hariansumutpos Sumut Hujan Lebat Hingga SeptemberMEDAN – Khusus untuk kawasan Sumatera Utara, terutama kota Medan, kini sudah terjadi hujan. Terutama sejak 3 hari terakhir, menjelang malam hari. Bahkan, hujan deras diprediksi akan terus terjadi sampai akhir September. Karena itu, warga diimbau untuk terus waspada terhadap banjir dan angin.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Polonia Medan Mega Sirait menjelaskan, Sumut mengalami arus udara masuk. Kondisi ini memicu penumpukan awan serta kelembaban yang meningkat.

Faktanya, hujan deras kerap terjadi secara merata di Sumatera Utara dengan durasi tiga jam sampai enam jam. “Hujan merata baik di gunung maupun lautan,” katanya, hari ini. Untuk itu, dia mengimbau agar warga waspada, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai, seperti di Kampung Aur dan Sei Mati. Warga di sini langganan terendam banjir.

Dalam sepekan terakhir, hujan terjadi di Kota Medan setiap sore. Kerap kali hujan tersebut disertai angin kencang dan petir. Hujan lebat pada Senin malam menyebabkan banjir di Kampung Aur dan Sei Mati.

Sedikitnya 825 rumah di Kelurahan Kampung Aur dan Sei Mati Kecamatan, Medan Maimun terendam banjir, hari ini. Tak ada korban jiwa, tetapi warga terus berjaga-jaga. Banjir mulai menggenani rumah warga sekitar pukul 01.00 WIB. Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur Medan sejak Senin malam, dan menyebabkan air Sungai Deli meluap.

Baca Juga :  PSC: Rekanan Wajib Pasang Plang Proye

Rumah-rumah warga yang berada lebih rendah dari bibir sungai, langsung terendam banjir. Ketinggian air mencapai 1,5 meter. “Kami langsung pindah ke lantai atas. Meskipun tak bisa tidur, paling tidak tidak basah,” kata Sulyani (53), salah satu warga.

Lurah Kampung Aur, Yunarsi Nasution, mengatakan, pihaknya terus memantau dan berjaga-jaga agar tidak ada korban. Dia juga menyiapkan tenaga medis seandianya ada yang sakit atau terluka akibat banjir.

Korban banjir warga Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun yang mengungsi di kantor kelurahan setempat mengaku belum mendapatkan bantuan makanan yang disalurkan oleh pemerintah.

Sementara para korban sangat membutuhkan uluran tangan khususnya dari pemerintah. “Kami sangat membutuhkan bantuan,” kata warga yang sedang mengungsi. Sementara warga sudah mengungsi sejak dini hari di kantor kelurahan saat air mulai naik sekira pukul 00:30 WIB.

Mereka sangat mengharapkan bantuan dari pemerintahan untuk segera keluar karena sejak air mulai surut para warga hanya bisa membersihkan rumah warga. Warga juga sampai sekarang masih takut untuk menempati rumahnya karena takut akan terjadi banjir lagi mengingat di kota Medan lagi karena musim hujan.

Banjir bukan kali pertama melanda Kelurahan Sei Mati. Kondisi ini diduga lantaran pembangunan gedung di bantaran kali yang tidak menyisihkan lokasi terbuka hijau. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai, diduga juga menjadi pemicu terjadinya banjir.

Baca Juga :  Polda: Kondisi di Batang Toru Telah Kondusif

Waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*