Sumut Keluhkan Sikap Pemerintah Pusat

question mark3a Sumut Keluhkan Sikap Pemerintah Pusat MEDAN(SI) – Para kepala daerah seluruh Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan sikap pemerintah pusat yang belum memberi perhatian serius terhadap infrastruktur di provinsi ini.

Hingga kini sebagian besar infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, pelabuhan, dan lainnya dalam keadaan rusak. Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Ongku P Hasibuan mengatakan, kondisi infrastruktur di wilayahnya, terutama di kawasan pantai barat, jauh tertinggal dibandingkan kawasan pantai timur Sumut.

”Ini berakibat enggannya investor untuk berinvestasi,” katanya pada pertemuan antara gubernur,bupati/wali kota seluruh Sumut dengan Badan Anggaran DPR di Kantor Gubernur Sumut di Medan kemarin. Menurut dia, jalan peng-hubung kawasan pantai barat yang kondisi rusak berat, yakni Jalan Aek Latong.

Meski kerusakannya cukup parah dan telah berlangsung lebih 10 tahun,namun hingga kini belum juga mendapat penanganan khusus dari pemerintah pusat. Begitu jalan penghubung lain seperti jalan nasional di kawasan Tapsel dan Mandailing Natal (Madina) yang menghubungkan jalur ke Provinsi Sumatera Barat. ”Memang sudah ditangani,tapi terkesan lamban.Dukungan APBN untuk perbaikan jalan itu sangat sedikit,”katanya.

Hal senada disampaikan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Tuani Lumbantobing. Selain jalan dan jembatan,hal yang mesti menjadi perhatian pemerintah pusat di kawasan Pantai Barat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yakni pembangunan kawasan industri dan pelabuhan. ”Dua tahun ini, dana APBN untuk pembangunan proyek infrastruktur di kawasan pantai barat seakan berjalan tertatih-tatih.

Baca Juga :  Ratusan Warga Sibolga Kehilangan Hak Suara

Dana alokasi umum makin berkurang. Masa untuk menjual hasil bumi dari pantai barat seperti Nias dan Tapteng mesti harus ke Belawan?” bebernya. Dia berharap Tim Badan Anggaran DPR yang dikomandoi Tamsil Linrung lebih memerhatikan pembangunan infrastruktur di kawasan pantai barat Sumut agar pembangunan bisa merata dengan pantai timur.

Hal yang lebih memprihatinkan lagi, kata Bupati Samosir Mangindar Simbolon, jalan-jalan nasional menuju kawasan wisata Danau Toba pun mengalami kerusakan parah.Misalnya jalan dari arah Kabupaten Karo, Dairi, Pakpak Bharat. ”Perbaikan jalan menuju kawasan Danau Toba mesti menjadi prioritas. Masa jalan menuju kawasan wisata Danau Toba rusaknya terparah di dunia,” sebutnya.

Mangindar menambahkan,untuk memperbaiki infrastruktur kawasan Danau Toba telah dibangun proyek jalan lingkar kawasan Danau Toba. Proyek itu kini sudah mulai dikerjakan, tapi progress pengerjaannya lamban karena tidak ada dukungan dana dari pusat.

”Padahal, kawasan ini sangat penting untuk dikembangkan. Kami juga meminta agar Perpres tentang Danau Toba sebagai kawasan strategis nasional segera dikeluarkan. Biar ada kebijakan tentang perbaikan lingkungan di kawasan Danau Toba,”tandasnya. (m syahyan rw)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*