Sumut Peringkat Ketiga Terbesar Produksi Narkoba se-Indonesia

Peredaran narkoba sudah saatnya diperhatikan secara serius semua lapisan masyarakat karena bahayanya lebih dahsyat dari tsunami.

“Sumut peringkat ketiga terbesar produksi narkoba se-Indonesia,” ujar Direktur Pimansu yang juga konsultan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sumut Zulkarnain Nasution kepada wartawan ketika ditemui, belum lama ini. Menurutnya, sebanyak 15 ribu orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat bahaya narkoba. Begitu juga terhadap kerugian materi, mencapai 23, 6 triliun rupiah setiap tahunnya.

“Kalau tsunami, diperkirakan kejadiannya bisa 20 sampai 30 tahun sekali.  Tapi korban narkoba, tiap tahunnya mencapai 15 ribu orang dengan kerugian materi sebesar Rp 23,6 triliun. Di Sumut sendiri, peringkat tiga terbesar produksi narkoba se Indonesia,” ungkap Zulkarnain.

Terkait upaya penanggulangan dahsyatnya bahaya narkoba ini, Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi teknis (rakornis). Kabid Antar Lembaga BNP Sumut, H Puli Sakti Siregar mengatakan, acara Rakornis BNP yang berlangsung selama tiga hari menghadirkan lima narasumber mendesak terbentuknya Badan Narkotika kabupaten dan kota.

Rakornis

Akhirnya rakornis itu menghasilkan rumusan upaya menanggulangi bahaya narkoba di antaranya membentuk forum komunikasi antar BNK kabupaten/kota untuk melakukan pertemuan membahas permasalahan narkoba di masing-masing daerahnya.

Kemudian menyurati Bupati/Walikota se-Sumatera Utara agar membuat peraturan daerah (perda) dan menjadikannya masuk dalam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sehingga dalam pelaksanaan kegiatan dapat anggaran dari APBD sebagai penunjang sarana pelaksanaan program nantinya.

Baca Juga :  Pemberhentian Tanpa Alasan Beberapa Guru Honorer di Samosir Dipertanyakan

BNP juga akan membuat program-program kreatif dan cerdas untuk generasi muda supaya terhindar dan menjauhi narkoba. Kegiatan yang akan dilakukan nanti diharapkan tidak lagi bersifat kualitatif, melainkan kuantitatif dengan melakukan penelitian-penelitian sebagai penunjang program ke depan.

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62144:sumut-peringkat-ketiga-terbesar-produksi-narkoba-se-indonesia&catid=31:umum&Itemid=143

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*