Sumut Waspada Malaria

MEDAN –  Malaria masih membayangi Sumatera Utara. 17 Kabupaten/ Kota di Sumatera Utara masih masuk dalam dalam wilayah endemis Malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Chandara Syafei melalui Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Sukarni mengatakan, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles tersebut endemis di 17 Kabupaten/Kota di Sumut, diantaranya, Madina, Padang lawas (Palas), Tapanuli Selatan (Tapsel), Padang Lawas Utara (Paluta), Labuhan Batu, Deli Serdang, Tapanuli Tengah (Tapteng), Langkat, Nias, dan Samosir.

“Penyakit malaria termasuk penyakit menular langsung dan menjadi prioritas untuk penanggulangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Analis kesehatan, Umar Zein menjelaskan, penyakit malaria ada lima jenis, yaitu Plasmodium Falciparum, Plasmodium Vivax, Palsmodium Ovale, Plasmadoium Malariae dan Palsmodium Knowlen. Namun yang berbahaya adalah jenis Plasmodium Falciparum karena disebabkan oleh protozoa parasit yang dibawa masuk pada tubuh manusia melalui nyamuk betina anophelse.

“Dan ini memiliki infeksi yang paling berbahaya dan memiliki tingkat komplikasi yang tinggi. Semua ada di Indonesia kecuali Plasmodium Malariae,” ungkapnya.

Dokter spesialis penyakit tropik dan Infeksi ini menambahkan, malaria ditularkan oleh nyamuk anopheles. Pengendaliannya dengan melakukan pemberantasan nyamuk Anopheles, pengobatan penderita serta mendiagnosa penderita malaria secara dini.

“Sedangkan masa inkubasinya, satu hingga tiga minggu. Dan lamanya masa inkubasi ini juga tergantung daya tahan tubuh seseorang,” pungkasnya.

Waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tunjangan Sertifikasi Guru PNS Kota Siantar 8 Bulan Mengendap di Disdik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*