Sungai Aek Muara Sada Meluap, 8 Rumah & Sekolah Terendam 1 Meter

Selasa, 17 November 2009 – www.metrosiantar.com

BANJIR- Rumah warga yang terendam sedalam 1 meter

MADINA-METRO; Hujan lebat Minggu sore (15/11) sampai malam mengakibatkan delapan rumah di Desa Lumban Pinasa, satu gedung sekolah dasar terendam air setinggi sekira satu meter akibat meluapnya Sungai Aek Muara Sada. Air juga melupa dan menggenangi jalan lintas Sumatera di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal.

Kedelapan rumah warga tersebut masing-masing milik Musa Nasution, Mareder Siregar, Marito Sitompul, Dapot Hutabarat, Rianto Hutabarat, Renta Silalahi, Sarto Matupang, Lenni Talambanua, Bambang, dan Rumah Edo Panjaitan. Sementara akibatgedung sekolah dasar (SD) ikut terendam proses belajar mengajar di SD Negeri Lumban Pinasa, Senin (16/11) kemarin, terpaksa diliburkan dan akan dibuka kembali hari ini, Selasa (17/11) setelah dilakukannya gotong-royong pembersihan sekolah.

Lenni (37), seorang pemilik rumah yang tergenang air mengatakan, peristiwa tersebut terjadi tengah malam sekira pukul 00.00.

“Sejak memasuki malam, kami sudah siaga. Ketika air mulai tinggi, kami memindahkan perabotan rumah ke rumah tetangga terdekat,” ujarnya.

Menurutnya, banjir tersebut karena luapan dari Sungai Aek Muara Sada yang mengalir dari arah Timur menuju Muara Batang Angkola terletak di Desa Simangambat yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Desa Lumban Pinasa. Di mana Sungai Aek Muara Saba lebarnya 15 meter dengan kedalaman sekitar 1 meter.

Pantauan METRO di lokasi banjir, air sungai meluap melewati lahan persawahan warga Kelurahan Simangambat dan Desa Lumban Pinasa dengan luas sekira empat hektare. Kemudian luapan air mengalir ke Desa Lumban Pinasa hingga merendam delapan rumah dan satu sekolah. Selain itu, Jalinsum di desa tersebut juga digenangi air setinggi 40 centimeter sehingga sempat membuat kemacetan lalu-lintas sampai ratusan meter.

Baca Juga :  Sidang Korupsi TPAPD Tapsel - Hakim Tolak Eksepsi Amrin

Air juga menggenangi lahan pertanian warga di Kelurahan Simangambat maupun Lumban Pinasa sehingga petani terancam gagal panen dan mengalami kerugian yang cukup besar.

Kedelapan rumah warga dan SDN di genangi air akibat berada di dataran rendah dari rumah penduduk lainnya, sehingga ketika banjir mulai datang, korban banjir langsung mengangkat barang-barang berharganya ke rumah tetangganya yang berada di dataran tinggi. Hingga Senin siang kemarin, korban banjir belum memasuki rumahnya karena air belum surut.

“Hingga sekarang kami belum menerima bantuan apa-apa dari siapapun,” jelas salah satu warga yang rumahnya terendam, Sarto Simatupang. (mag-02)

PostLink: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/sungai-aek-muara-sada-meluap-8-rumah-sekolah-terendam-1-meter/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*