Sungai Aek Sihapas dan Morang PALUTA Meluap – Puluhan Rumah & Ratusan Hektare Sawah Terendam

Jumat, 05 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

Puluhan warga melihat sungai Aek Sihapas yang meluap

PALUTA-METRO; Tingginya curah hujan sepekan terakhir yang melanda kecamatan Batang Onang khususnya dan umumnya Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), menyebabkan sungai Aek Sihapas dan Aek Morang meluap, Rabu (3/2) kemarin sekira pukul 06.00 WIB. Akibatnya, puluhan rumah warga di desa Batu Nanggar, Gunungtua Julu, dan beberapa desa lainnya yang berada dekat sungai terendam banjir dengan ketinggian 20 hingga 50 centi meter. Selain itu, air juga merendam ratusan hektare sawah warga.

Informasi dihimpun METRO, sungai Aek Sihapas dan Aek Morang meluap akibat hujan lebat tak kunjung berhenti hingga menjelang subuh. Air juga menggenangi jalan desa hingga memutus jalur transportasi menuju desa yang dilanda banjir tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan jutaan rupiah.

Meski genangan air sempat masuk ke dalam rumah, para warga tidak ada yang mengungsi. Mereka hanya menyelamatkan barang-barangnya ke tempat yang lebih tinggi. Hingga Kamis (4/2) sore, genangan air yang merendam puluhan rumah warga dan jalan di desa tersebut sudah mulai surut. Dan para warga mulai sibuk membersihkan rumah dan pekarangannya dari lumpur.

Kepala desa Batu Nanggar, Adian Hasibuan menerangkan, bencana banjir kali ini merupakan banjir yang paling besar. “Kita meminta kepada Pemkab Paluta untuk membangun tanggul yang lebih tinggi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) serta mengeruk sungai agar tidak kembali meluap,” harapnya.

Baca Juga :  Stoner Tuntut Kesetaraan

Sementara itu, Camat Batang Onang, Mahlil Rambe SAg SH mengimbau kepada warga yang tinggal di sekitar DAS agar selalu waspada, mengingat saat ini curah hujan relatif tinggi. “Ini menjadi peringatan dini bagi warga setempat. Aparat desa juga diminta untuk sesegera mungkin melakukan antisipasi untuk kemungkinan berikutnya, terutama saat hujan memasuki puncaknya pada bulan Pebruari ini. Dan diimbau kepada anak-anak agar jangan bermain di sungai ketika arus deras. Karena sekitar 60 persen warga Batang Onan bertempat tinggal di DAS,” ujarnya. (thg)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*