Sungai Barumun Meluap – Akses Jalan ke Pasar Simangambat Terputus

Banjir yang menggenangi badan jalan di Desa Simangambat Julu, Kecamatan Simangambat, Senin (24/11). Akibat banjir ini, akses jalan ke Pasar Simangambat terputus.

PALUTA – Banjir menggenangi badan jalan di sepanjang jalan Desa Simangambat Julu, Kecamatan Simangambat, disebabkan meluapnya Sungai Aek Barumun, Minggu (23/11) pukul 17.00 WIB. Akibatnya, akses jalan terputus dari desa ini ke Pasar Simangambat, yang merupakan Ibukota Kecamatan Simangambat.

Menurut keterangan salah seorang warga Desa Simangambat Julu, Irwan Hasibuan (38), banjir terjadi sejak Minggu (23/11) pukul 17.00 WIB, dengan ketinggian air mencapai dua meter lebih. Banjir terjadi karena tingginya curah hujan yang melanda Paluta beberapa hari belakangan. Banjir masih menggenangi badan jalan di sepanjang desa ini hingga Senin (24/11) sore dengan ketinggian air 1,2 meter.

“Sejak Minggu, banjir sudah menggenangi badan jalan yang ada di desa kami, ketinggian air mencapai dua meter lebih,” ujarnya kepada Metro Tabagsel, Senin (24/11).

Irwan menyebut, banjir yang terjadi diakibatkan oleh meluapnya Sungai Aek Barumun dan banjir ini kerap terjadi setiap tahunnya jika wilayah Kabupaten Paluta sedang memasuki musim hujan.

Katanya, sejak Minggu (23/11) sore, air sudah menggenangi badan jalan, sehingga banyak warga yang terjebak dikarenakan kenderaan tidak bisa melewati badan jalan yang sudah digenangi air dengan ketinggian dua meter lebih.

Namun, Senin (24/11), ketinggian air sudah mulai surut dengan ketinggian air 1,2 meter. “Memasuki musim hujan, banjir di desa ini tak bisa dihindari, seluruh warga di sini berhadap pemkab bisa mencarikan solusi terbaik, agar tidak terjadi lagi banjir di badan jalan ini,” harapnya.

Baca Juga :  Tumor Bersemayam di Hati Abidal

Sementara itu, warga lainnya, Rosmaini (46) mengaku peristiwa banjir yang setiap tahunnya menimpa desa mereka membuat seluruh warga resah dan khawatir. Ia meminta dan berharap kepada Pemkab Paluta agar lebih serius dalam menangani banjir tahunan yang sudah sangat merugikan ini.

Pantauan sejumlah wartawan, banyak terlihat kenderaan jenis sepeda motor terhalang ketika hendak melintas, tapi warga sekitar bergotong royong membantu untuk mengangkat dan menyeberangkan kenderaan milik warga yang hendak melintas dengan biaya Rp30 ribu dalam satu kali penyeberangan.

Seperti yang diutarakan oleh dua pemuda penyedia jasa penyeberangan musiman, Rahmat dan Imam Hasibuan, kata mereka, di saat musim hujan tinggi, badan jalan yang berada di Desa Simangambat Julu, kerap dilanda banjir, sehingga oleh beberapa warga pun mengais rezeki dengan cara menyediakan jasa penyeberangan musiman untuk jenis kenderaan sepeda motor dengan tarif Rp30 ribu per unit dalam satu kali penyeberangan.

Kepala BPBD Paluta Drs Hazairin Hasibuan mengatakan, banjir yang terjadi di Kecamatan Simangambat masih bisa di kendalikan.

Pihaknya juga saat ini juga menyediakan perahu karet buat sarana pengangkutan warga serta menyediakan jaket pelampung buat warga sekitar. (mag-02)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Penyalahgunaan Wewenang Dan Jabatan Kadis PU Madina Harus Ditindak

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*