Sungai Batangangkola Akan Dinormalisasi

banjir Sungai Batangangkola Akan Dinormalisasi
Sungai Batang Angkola yang terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan – http://horasbali.blogspot.com

Tapsel, Sungai Batangangkola di Kecamatan Sayur Matinggi hingga Tano Tombangan Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) akan dinormalisasi.

Demikian disampaikan Bupati Syahrul M Pasaribu didampingi Balai Wilayah Sungai Sumatera II Kaslan Dalimunthe dalam acara pengajian akbar Khoirunnisa di Desa Kota Tua Tantom kecamatan Tantom Angkola Kabupaten Tapsel, Rabu (29/4).

Dikatakan, kita pantas bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengalokasikan dana yang cukup besar ke daerah ini.

Dijelaskan, dana miliaran bantuan dari pusat itu lebih banyak penggunaannya di wilayah Kecamatan Tantom Angkola atau sekitar Rp12,5 milyar.

“Semua ini berkat perjuangan dan doa masyarakat, untuk itu mari memelihara kebersamaan yang sudah terjalin selama ini, karena dengan itu pemerintah atasan tidak ragu mengucurkan dana ke tempat ini,” tuturnya.

Di sisi lain Syahrul mengaku, meski anggaran yang dialokasikan cukup besar, belum tentu dapat memuaskan masyarakat.  “Manfaatnya sungguh baik bagi daerah ini terutama dalam memanimalisir dampak banjir dan kerusakan tanah pertanian masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Balai Wilayah Sungai Sumatera II Kaslan Dalimunthe Kaslan mengatakan, tahun 2015 ini ada tiga titik lokasi pengucuran anggaran pusat itu di Tapsel yaitu pengeringan rawa lompatan harimau di Batang Angkola dan Batang Gadis, perbatasan Sayurmatinggi – Tantom-Sisoma, pengamanan sungai sekitar Sayur Matinggi dan perrkampungan Aek Garugur.

Tokoh masyarakat Tantom H Sarimuda Sagala menyambut baik rencana normalisasi Sungai Batang Angkola.

Baca Juga :  Yayasan Burangir Minta Perda Perlindungan Anak Disahkan

“Program seperti ini sudah lama kami nantikan, Alhamdulillah dapat terwujud diera kepemimpinan Syahrul M. Pasaribu,” katanya. (hih)


analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*