Superman Is Dead Siapkan Album Bersama Inul dan Iwan Fals

Grup musik beraliran rock asal Bali, Superman Is Death (SID), menyiapkan album baru yang kedelapan dengan kolaborasi penyanyi dangdut asal Pasuruan, Jawa Timur, Inul Daratista. Salah satu vokalis grup tersebut, Boby, dalam keterangan persnya di Kota Malang, Jawa Timur, mengatakan, setelah album sebelumnya yang berkolaborasi dengan grup musik Shaggy Dog sukses di blantika musik Indonesia, grup beraliran punk rock ini berencana membuat album baru dengan kolaborasi nul Daratista.

“Kami sejak awal memang memimpikan kolaborasi dengan Inul, namun masih belum terlaksana. Mudah-mudahan kolaborasi album berikutnya tahun depan dengan Inul terlaksana serta disuka oleh anak muda yang mayoritas penggemar kami,” katanya.

Alasan kolaborasi ini, menurut Boby, yakni apa yang dialami Inul selama terjun ke belantika musik Indonesia sama seperti konsep setiap album yang dikeluarkan SID.  “Inul yang kali pertama tampil dan dihujat oleh sejumlah orang, namun dia berani tampil memberontak, adalah sama seperti konsep album kami, yakni tentang pemberontakan terhadap kreativitas seni,” katanya.

Oleh karena itu, SID merencanakan album mereka yang kedelapan dengan kolaborasi penyanyi dangdut Inul Daratista.  Sementara itu, salah satu drumer SID, Jerix, mengatakan, selain kolaborasi dengan Inul, pihaknya juga berencana mengajak kerja sama dengan Iwan Fals dalam album baru tersebut.

“Kemungkinan kita juga ajak Bang Iwan, sebab kami salut dengan sejumlah lagunya Bang Iwan yang bertema sosial dan tentang pemberontakan masyarakat terhadap sistem di negeri ini,” ujarnya.

Baca Juga :  'Rokkap': Batak dan Wajah Buruk Film Indonesia

Meski aliran Inul dan Iwan Fals sangat berbeda dengan grup SID, Jerix dan sejumlah personel SID optimistis tidak akan membuat aliran mereka berubah.  “Meski kami mengajak kerja sama dengan mereka berdua, masih ada benang merah dalam album tersebut. Dan, kami tidak akan pindah dari jalur punk rock,” katanya. (*)

Sumber :

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*