Supir Angkutan Umum Membandel, Simpang Rajawali Macet Lagi

Angkutan umum sedang menunggu sewa di Simpang Rajawali, Jalan M Yamin dan Jalan P Lumumba, Kamis (19/6). Padahal sebelumnya sudah ada SK Walikota yang melarang agar angkutan umum tidak lewat dari lokasi. (Budi)

SIDIMPUAN – Meskipun SK Wali Kota Psp Nomor 171/KPTS/2014 yang salah satu poinnya melarang angkutan umum lewat dari simpang empat Rajawali, Jalan M Yamin dan Jalan P Lumumba atau harus melewati Jalan Solo untuk keluar dari Pasar Sangkumpal Bonang, masih saja banyak angkutan umum yang membandel. Akibatnya kemacetan lalu lintas kembali terjadi di persimpangan tersebut.

“Itulah yang menjadi permasalahan saat ini untuk kita, padahal kita sudah memberikan lampiran SK Wali Kota Psp Nomor 171/KPTS/2014 tentang izin trayek angkutan mobil penumpang umum dan penempatan loket dan pool taksi L300 kepada seluruh direksi.

Bahkan pada hari pertama dan kedua diberlakukannya SK itu, kita bersama pihak kepolisian telah melakukan razia di sekitar lokasi dan sudah dibuat papan pemberitahuannya, tetapi masih juga dilanggar,” ujar Kadishub Ahmad Bestari melalui Sekretaris Drs M Gunawan Harahap, Kamis (19/6).

Ia mengatakan, salah satu poin dari SK Walikota tersebut adalah mengalihkan rute yang dilalui angkutan umum di Simpang Empat Rajawali atau Jalan M Yamin dengan Jalan P Lumumba. Sebelum SK tersebut diberlakukan, pihak Dishub sudah terlebih dahulu memberitahukan dan melaksanakan rapat bersama Bakortiblantas untuk membahas waktu diberlakukan SK itu.

Baca Juga :  Polisi Terdakwa Kasus Narkoba Dieksekusi

Selanjutnya membagikan lampiran SK Walikota itu kepada seluruh direksi guna untuk memahami dan menyesuaikan poin-poin yang ada dalam SK tersebut.

“Kalau kita jaga tidak ada itu yang lewat. Tapi kalau ditinggalkan, banyak yang lewat. Tentu kita berharap agar ada kerja sama yang baik dari direksi, agar menjalankan amanah yang tertera di SK Walikota tersebut.

Tapi kalau misalnya tidak ada juga tanggapannya, maka kita akan berkoordinasi dengan pihak Satlantas Polres untuk melakukan razia yang berkelanjutan, agar tidak ada lagi angkutan yang lewat dari situ,” terangnya.

Pantauan METRO, pada siang hari saat jam istirahat siang, persimpangan itu sangat ramai dan padat. Angkutan umum, becak bermotor dan kendaraan lain terlihat memenuhi lokasi, sehingga penumpukan berakibat terhadap kemacetan lalu lintas.

Kanit Turjawali Ipda Ucok Rambe mengatakan, pemberitahuan dan larangan melintasi lokasi sudah diberikan mereka bersama Dishub. Untuk mengantisipasi agar masalah ini tidak berkelanjutan, pihak kepolisian menempatkan petugas setiap pagi di persimpangan itu dan melakukan patroli pada siang hari.

“Kita sudah berupaya, tapi belum dijalankan aturan itu. Untuk menindaklanjutinya, saat ini kita hanya menempatkan petugas pada pagi dan patroli siang hari. Kalau menertibkan secara keseluruhan, memang sudah direncanakan bersama Dishub setelah selesai Pilpres ini. Karena semua masih disibukkan dengan kampanye-kampanye Pilpres,” ujarnya. (bsl)/METROSIANTAR.com,

Baca Juga :  Lebaran RSUD Tapsel Buka 24 Jam

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*