SURAT TERBUKA SUAP PILKADA MADINA

ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.

SEBAGAI GENERASI MUDA YANG HARUS TETAP KONSISTEN TERHADAP PERJUANGAN MEMBEBASKAN MADINA DARI KEMISKINAN, KEBODOHAN, KETERBELAKANGAN, KEMALASAN DAN KEMEROSOTAN MORAL, DEWAN PIMPINAN PUSAT IKATAN MAHASISWA MANDAILING NATAL (DPP IMA MADINA ) MERASA BERKEWAJIBAN MENJELASKAN KEPADA MASYARAKAT MADINA KHUSUSNYA YANG BERAGAMA ISLAM BAHWASANYA POLITIK UANG ATAU SUAP YANG TELAH DILAKUKAN OLEH BEBERAPA PASANGAN CALON BUPATI MADINA PADA PILKADA LALU HUKUMNYA ADALAH HARAM DALAM SYARIAT ISLAM, MELANGGAR HUKUM NEGARA DAN MENCEDERAI PRINSIP DEMOKRASI SERTA MELANGGAR BUDAYA DAN ADAT ISTIADAT MADINA YANG BERLANDASKAN SISTIM KEKERABATAN DALIHAN NA TOLU.

SURAT TERBUKA INI  SANGAT PENTING KAMI SAMPAIKAN SEBAB BANYAK OKNUM-OKNUM DARI KALANGAN ELIT POLITIK DAN ULAMA KITA YANG MESTINYA TEGAS MELARANG SUAP ATAU POLITIK UANG TERSEBUT  MALAH  TERIKUT-IKUT MEMBENARKANNYA, DAN YANG PALING MEMPRIHATINKAN SEBAGIAN DARI OKNUM ELIT POLITIK DAN ULAMA TERSEBUT MALAH TERJERUMUS TURUT DALAM PERMAINAN SUAP ATAU POLITIK UANG TERSEBUT DENGAN IKUT MENIKMATI DAN MENGEDARKAN KE MASYARAKAT AWAM DENGAN TUJUAN SUPAYA DIPILIH DALAM PILKADA YANG LALU.

  1. BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NEGARA (UU NO 32 TAHUN 2004),  SUAP ATAU POLITIK UANG SANGAT DILARANG SEHINGGA PILKADA MADINA 9 JUNI 2010 YANG DIMENANGKAN PASANGAN HIDAYAT/DAHLAN HARUS DIBATALKAN  OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI (MK), KARENA KEMENANGAN PASANGAN HIDAYAT/DAHLAN TERBUKTI DI PENGADILAN DIDASARI OLEH KECURANGAN DALAM BENTUK SUAP ATAU POLITIK UANG. JADI PERLU KAMI PERTEGAS BAHWA DIBATALKANNYA KEMENANGAN PASANGAN HIDAYAT/DAHLAN BUKAN KARENA DI ZHALIMI  SEBAGAIMANA PROPAGANDA BEBERAPA OKNUM ELIT POLITIK DAN ULAMA MELAINKAN KARENA TERBUKTI MELAKUKAN SUAP ATAU POLITIK UANG DENGAN MEMBAGI-BAGI UANG KE PEMILIH DENGAN JUMLAH YANG BERVARIASI YAITU RP. 20.000/RP. 30.000/RP. 100.000,. DENGAN TUJUAN SUPAYA DIPILIH DALAM PILKADA LALU.
  1. BERDASARKAN HUKUM ISLAM SUAP ATAU POLITIK UANG ADALAH HARAM, BAIK YANG MENERIMA, MEMBERIKAN DAN YANG MENJADI PERANTARANYA.
Baca Juga :  Moratorium PNS, Menurut Pandangan Honorer Kemenkeu

RASULULLAH SAW. MELAKNAT ORANG YANG MEMBERIKAN, MENERIMA SUAP, DAN ORANG YANG MENJADI PERANTARA DIANTARA KEDUANYA” (AL-HADIST)

“DAN JANGANLAH SEBAGIAN KAMU MEMAKAN HARTA SEBAGIAN YANG LAIN DIANTARA KAMU DENGAN JALAN YANG BATIL DAN (JANGANLAH) KAMU MEMBAWA (URUSAN) HARTA ITU KEPADA HAKIM, SUPAYA KAMU DAPAT MEMAKAN SEBAGIAN DARI HARTA BENDA ORANG LAIN ITU DENGAN (JALAN BERBUAT) DOSA, PADA HAL KAMU MENGETAHUI.” (AL-BAQARAH:188)

BERDASARKAN  HADIST DAN AYAT DIATAS TIDAK TERBANTAHKAN LAGI BAHWA SUAP ATAU POLITIK UANG ADALAH HARAM HUKUMNYA, BAIK YANG MENERIMA, MEMBERI MAUPUN YANG MENJADI PERANTARA KEDUANYA, SEHINGGA KAMI MENGHIMBAU KEPADA MASYARAKAT MADINA KIRANYA MENYADARI KEKELIRUAN INI DENGAN BERTAUBAT KEPADA ALLAH SWT DAN BERTEKAD TIDAK MELAKUKANNYA LAGI DAN MENCEGAH/MENOLAK OKNUM-OKNUM PELAKUNYA KARENA TELAH MENGOTORI DAN MERUSAK CITRA MADINA YANG DIKENAL SEBAGAI KOTA SANTRI DAN SERAMBI MEKKAHNYA SUMUT.

  1. BERDASARKAN ADAT-ISTIADAT DAN SISTIM KEKERABATAN MADINA YANG SANGAT MENGHORMATI PRINSIP-PRINSIP DALIHAN NATOLU, SANGAT MENGHARAMKAN SUAP ATAU POLITIK UANG KARENA DAPAT MEMECAH PARKOUMAN DAN PARKAHANGGIAN, TIDAK LAGI MENGHARGAI MORA DOHOT ANAK BORU DENGAN SEMESTINYA, SEMUA UKURAN TOLONG-MENOLONG AKHIRNYA DENGA UANG. JIKA HAL INI TIDAK KITA CEGAH DARI SEKARANG MAKA MALA PETAKA  DAN LAKNAT ALLAH SWT AKAN SEGERA TIBA ( INGAT GEMPA DI MADINA ADALAH SALAH SATU PERINGATAN AKAN TURUNNYA LAKNAT ALLAH SWT JIKA KITA TIDAK SEGERA BERTAUBAT)
Baca Juga :  Indovision Tidak Aktif Setelah Dibayar

DEMIKIANLAH SURAT TERBUKA INI KAMI SAMPAIKAN, KIRANYA DAPAT MENJADI PERINGATAN KEPADA KITA SEMUA. AMIN YA ROBBAL ‘ALAMIN.

WASSALAMUALAIKUM WR.WB

Kiriman:

Irwan Daulay <irwandaulay60@yahoo.co.id>

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Jika dari awal saja jurus SUAP kandidat tersebut terbukti ampuh, bukan tidak mungkin jika nanti berkuasa jurus tersebut akan selalu digunakan, dan suap menyuap di Madina akan tumbuh subur karena ada pelopornya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*