Survei : Biaya Telekomunikasi Tak Lagi Mahal

TEMPO Interaktif, Jakarta -Saat ini, masyarakat tidak perlu mengeluarkan kocek yang banyak untuk berkomunikasi menggunakan ponsel. Dalam data yang dikeluarkan perusahaan riset The Nielsen Company Indonesia, pengeluaran per bulan untuk telekomunikasi telah menurun dalam jangka waktu lima tahun.

”58 persen pengguna ponsel mengeluarkan kurang dari Rp 50 ribu perbulannya pada 2010,” kata Viraj Juthani, Director Telecom Pratice Group di Nielsen di kantornya, Jakarta, Selasa (8/2). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pada 2005 yang hanya 18 persen konseumen yang mengeluarkan uang kurang dari Rp 50 ribu perbulan.

Dia mengatakan, penurunan pengeluaran konsumen untuk telekomunikasi dapat berarti dua hal. Yakni tarif yang mengalami penurunan sejak 2005 dan masuknya segmen baru dengan kapasitas pengeluaran terbatas.

Data Nielsen menyebut, pengeluaran untuk membeli pulsa telepon sebanyak Rp 50-100 ribu malah mengalami penurunan. Pada 2005 sebanyak 51 persen konsumen menghabiskan uang dari Rp 50-100 ribu. Sedangkan tahun lalu, hanya 29 persen pengguna ponsel yang menghabiskan uang sebanyak itu untuk membeli pulsa.

Penurunan juga terjadi pada konsumen yang mengeluarkan uang untuk membeli pulsa dari kisaran harga Rp 100-150 ribu yaitu dari 13 persen pada 2005 menjadi 6 persen di tahun lalu. Begitu pula yang mengeluarkan uang lebih dari angka Rp 150 ribu turun dari 18 persen pada 2005 menjadi hanya 7 persen pada 2010. ”Persaingan tarif antara penyedia layanan telekomunikasi membuat para pengguna ponsel pun memiliki banyak pilihan,” katanya.

Baca Juga :  Inilah Negara-Negara yang Memblokir Twitter

Meski tarif rendah masih menjadi faktor tertinggi saat memilih provider yaitu sebanyak 28 persen, ujar Viraj, masyarakat tetap mempertimbangkan reputasi jaringan dan rekomendasi untuk memilih provider.

Kikie Randini, Corporate Communication dan Marketing Nielsen, menjelaskan penelitian telekomunikasi dilakukan di sembilan kota besar di Indonesia. “Yakni di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Denpasar,” katanya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*