Survei Setara Institute – Kemiskinan dan Korupsi Menghantui Negara

Suasana warga miskin yang sedang mengantre paket sembako murah, dalam peletakan batu pertama Rumah Bersalin Gratis Semarang, selasa (26/07/2011)

KOMPAS.com – Masyarakat Indonesia menganggap kemiskinan dan korupsi sebagai masalah utama di negara ini. Pemerintah dianggap belum mampu mengatasi masalah-masalah tersebut.

Demikian hasil survei Setara Institute mengenai masalah dan tantangan yang dihadapi tanah air dewasa ini. Dalam survei yang dilakukan di 10 provinsi tersebut, sebanyak 36,5 persen dari 3.000 responden menyatakan kemiskinan sebagai problem paling penting di Indonesia.

“Kemiskinan dianggap menjadi masalah utama setelah Setara Institute melakukan survei pada 10 provinsi, di mana sebagian besar responden (36,5 persen) mengungkapkan masalah tersebut,” ujar Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (14/8/2011).

Selain kemiskinan, masyarakat juga menganggap korupsi, kolusi, dan nepotisme sebagai benalu yang menggerogoti bangsa ini. Sebanyak 26,8 persen responden menyatakan hal tersebut. Masalah pengangguran disikapi oleh 9,3 persen orang.

Di urutan berikutnya, tingginya harga bahan pokok makanan dianggap menjadi masalah oleh 8,9 persen responden. Sebanyak 5,4 persen responden juga merasakan ketidakpedulian para pemimpin negara terhadap nasib rakyat.

“Tingginya biaya pendidikan dirasakan oleh 2,8 persen responden. Sedangkan, buruknya pelayanan aparat negara atau pemerintah mencapai 1,5 persen,” lanjut Bonar.

Dari survei yang sama, Setara juga mengukur kegagalan pemerintah dalam berbagai bidang. Sebanyak 49,7 persen responden menganggap pemberantasan korupsi belum benar-benar berhasil. Pemerintah juga dianggap belum berhasil menciptakan lapangan kerja oleh 28,7 persen responden.

Baca Juga :  ’’Burung’’ Jadi Pendek, Tuntut Rumah Sakit

Dalam hal perlindungan terhadap warga negaranya, 5,6 persen responden merasa pemerintah kurang mampu melaksanakan hal tersebut. “Masyarakat sebesar 3 persen juga merasa pemerintah tidak berhasil dalam menciptakan rasa aman dan satu persen di antaranya merasa pemerintah tidak berhasil menjamin kebebasan individu,” ujar Bonar.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*