Swasembada Pangan 2017, Sumut Pacu Produksi Kedelai

MEDAN – Guna mendukung program swasembada pangan Pemerintahan Jokowi-JK pada 2017 Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menargetkan menambah produksi kedelai sebanyak 11.729 ton.

“Tahun 2014 produksi kedelai Sumut masih 4.680 ton. Pada 2015 diharapkan produksinya bisa mencapai 11.729 ton, dan naik terus hingga 2017 seperti target Presiden Jokowi bahwa Indonesia sudah swasembada pangan,” kata Kepala Dinas Pertanian Sumut M Roem, Selasa (13/1).

Jika pada 2015 sebanyak 11.729 ton, maka pada 2016 dan 2017 produksi kedelai Sumut ditargetkan masing-masing sudah mencapai 15.894 ton, dan 16.569 ton.

Peningkatan produksi bukan hanya dari adanya perluasan lahan, tetapi juga dengan cara atau upaya meningkatkan produktivitas hasil tanaman petani.

Penambahan areal tananam antara lain juga dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur milik pemerintah, dan termasuk perusahaan BUMN seperti PT Perkebunan Nusantara.

Sedangkan upaya meningkatkan produktivitas, dengan memberi bantuan benih berkualitas serta mendorong penggunaan pupuk yang sesuai dan bertanam secara benar serta baik.

“Hingga tahun ketiga yakni 2017 akan ada kenaikan produksi kedelai di Sumut sebanyak 11.889 ton, dan diharapkan bisa ikut membantu mendukung swasembada pangan nasional pada 2017,” katanya.

Namun, dia mengakui, meski terus meningkat, produksi kedelai Sumut tetap saja belum memenuhi kebutuhan daerah setempat yang tiap tahunnya sebanyak 58.142 ton.

“Meski belum surplus, tetapi dengan meningkatnya terus produksi kedelai, Sumut sudah ikut membantu program swasembada pangan nasional, apalagi jagung dan padi daerah itu pada 2017 sudah surplus,” katanya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Tapteng Belum Nikmati Listrik

/Bisnis.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*