Sweeping Perambah Hutan Lindung Nabundong

Warga Siholbung, LSM Gempar dan Polres Tapsel

Paluta, (Analisa). Puluhan warga Dusun Siholbung, Desa Pamuntaran, Kecamatan Padang Bolak Julu didampingi DPP Lsm Gempar Sumut, dan  Polres Tapanuli Selatan melakukan sweeping pelaku perambah hutan lindung Nabundong, Kamis (8/5).

Jajaran Polres Tapsel dipimpin Kasat Reskrim AKP Edison Siagian pada kesempatan itu membawa 10 personel reserse, LSM Gempar Sumut dipimpin Ketua Umum DPP Aman Sudirman Harahap. Sementara perwakilan masyarakat dipimpin Sekdes Pamuntaran Jaharuddin Harahap.

Salah satu warga Siholbung Zulham Rambe menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas turunnya pihak Polres Tapsel untuk melihat keadaan hutan Nabundong yang sebenarnya.

[iklan size=’kiri’]Rasa terimakasih itu katanya juga disampaikan kepada para jurnalis yang sudah terlibat langsung dalam pemberitaan keadaan hutan Nabundong yang sudah mengkhawatirkan warga. Sebab perambahan hutan yang sudah berlangsung cukup lama ini memasuki tahap memprihatinkan, sehingga masyarakat Siholbung juga anak desa dari Pamuntaran resah.

Sebab lanjut Zulham bisa merusak sumber air bagi masyarakat yang berdomisili di sekitar hutan lindung Nabundong. “Kami ucapkan terimakasih kepada Polres Tapsel dan teman-teman media yang sudah  meluangkan waktu untuk melihat kondisi hutan Nabundong yang kita banggakan ini,” ujar Zulham Rambe.

Setelah dilakukan peninjauan langsung ke lokasi, hampir 1000 hektar lahan sudah beralih fungsi dari hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit, dan tanaman karet. Dikatakan Zulham, keresahan ini sudah berlangsung lama dan berulang kali mereka melayangkan surat ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Paluta, tapi  hingga saat ini keresahan warga  tak kunjung disahuti.

Baca Juga :  GMP3 Desak DPRD Awasi Pembangunan Kantor Bupati Palas

“Padahal sudah sering kita menyurati Dishutbun Paluta tapi anehnya kenapa tak pernah digubris,” ungkapnya.

Ketua Umum DPP LSM Gempar Sumut Aman Sudirman Harahap, didampingi Ramlan Pulungan SH, mengapresiasi kinerja Polres Tapsel yang sudah turun tangan dalam upaya perambahan hutan di kawasan Nabundong.

Sepengetahuannya baru kali ini pihak kepolisian langsung turun tangan ke lokasi perambahan hutan. Harapannya,  ke depan pihak Polres Tapsel dapat menindak para pemilik kebun yang berada di dalam kawasan hutan lindung Nabundong, sebab disaat proses peninjauan hutan tersebut ternyata hutan yang sudah dialihfungsikan itu seluas 1000 hektar.

Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Edison Siagian mengatakan, untuk saat ini hanya sebatas pengecekan tentang situasi dan kondisi hutan Nabnundong.

Memang disaat pengecekan  ternyata hutan Nabundong memang sudah dirambah dan dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan, sehingga disaat tim dari Polres Tapsel mendatangi hutan Nabundong sempat menginterogasi empat orang pekerja untuk diminta keterangan guna kepentingan penyidikan, untuk tahap selanjutnya dan ke depannya akan melakukan kordinasi dengan pihak Dishutbun Paluta.

“Para pekerja yang kedapatan di lokasi sudah kita mintai keterangan, siapa pemiliknya, nanti ini akan menjadi bahan penyidikan untuk tahap berikutnya,” kata Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Edison Siagian. (ong)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pusat Kajian Mahasiswa Tabagsel Tuntut Penuntasan Masalah Judi Togel

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*