Syamsul Arifin: Masyarakat Langkat Tak Percaya Saya Korupsi

(Antara/fanny octavianus) Dua terdakwa kasus korupsi yang berbeda, Gayus Halomoan Tambunan (kanan) dan Syamsul Arifin menanti jalannya sidang di ruang tunggu terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (1/8). Gayus menjalani sidang tanggapan JPU atas eksepsi sementara sidang Syamsul dengan agenda pembacaan pledoi.

Dalam pembacaan pledoi, terdakwa kasus korupsi APBD Langkat, Gubernur Sumut nonaktif Syamsul Arifin, mengaku tidak bersalah. Eks Bupati Langkat ini mengklaim masyarakat Langkat juga tidak percaya Syamsul korupsi. “Masyarakat Langkat masih menghormati saya. Mereka itu tidak pernah percaya saya melakukan korupsi. Saya tidak pernah memerintahkan kepada staf saya untuk mengadakan pungli atau proyek,” kata Syamsul dalam pembacaan pledoinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Senin (1/8).

Syamsul berpendapat, dirinya terseret dalam kasus ini karena dendam dari Buyung Ritonga. Buyung adalah Bendahara Pemkab Langkat saat Syamsul menjabat Bupati.

“Buyung Ritonga ini agak dendam pada saya. Pernah satu kali kepala Inspektorat minta data padanya tapi tak dikasih. Saya bilang padanya, Kau jangan macem-macem, nanti kau kubikin susah,” kata Syamsul.

Namun demikian, Syamsul mengaku lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai Bupati.

“Saya mohon putusan yang tidak terlalu berat. Sebagai pemimpin saya pasti bertanggungjawab dan siap mengambil risiko,” kata Syamsul.

Syamsul Arifin sebelumnya dituntut lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Jaksa menilai Syamsul terbukti bersalah dalam penyelewengan dana APBD Kabupaten Langkat, Sumut.

Syamsul yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita tersebut, telah dituntut lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Pengadilan Tipikor Jakarta, karena dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan menyalahgunakan APBD Kabupaten Langkat.

Baca Juga :  Syamsul Dicopot sebagai Ketua Golkar Sumut

Jaksa dalam tuntutannya menilai terdakwa melanggar dakwaan primer yaitu pasal 2 ayat 1 dan dakwaan subsider yaitu pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi nomor 20 tahun 2001 junto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Terdakwa disebutkan jaksa telah menggunakan uang kas daerah Pemerintah Kabupaten Langkat tahun anggaran 2000 hingga 2007 untuk kepentingan pribadi orang lain dan keluarganya yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp98,7 miliar.

Tidak hanya kepada mantan Bupati Langkat, jaksa juga menuntut agar 37 eks anggota DPRD Langkat mengembalikan penerimaan mobil dari terdakwa.

Syamsul hadir dalam pesidangan untuk pembacaan pledoi masih menggunakan kursi roda, setelah mengalami serangan jantung beberapa waktu lalu dan sempat meminta majelis hakim mengizinkan dirinya berobat ke Singapura.

Sidang vonis terhadap terdakwa Syamsul Arifin, menurut Ketua Majelis Hakim Tipikor Tjokorda Rae Suamba akan dilaksanakan Senin depan (8/8). (dtc/Ant)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*