Tahun 2011 Mendatang Seluruh KTP Masyarakat Palas Sudah Memakai Sistem Nomor Induk Kependudukan (NIK) 15 Digit Berdasarkan Tanggal Lahir

Kamis, 25 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

PALAS-METRO; Tahun 2011 mendatang seluruh masyarakat Palas sudah memakai sistem Nomor Induk Kependudukan (NIK) 15 digit berdasarkan tanggal lahir masing-masing. Pemakaian NIK merupakan pengganti kartu identitas alias Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil (Disdukcapil), Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans), Drs Efendi Harahap, mengatakan, sejak awal Januari hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas (Palas) melakukan data base ke setiap desa. Tujuannya, agar setiap warga di Kabupaten Palas memiliki data kependudukan sejak berusia 17 tahun ke atas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Jadi, warga luar yang mau mengurus NIK di Kabupaten Palas tidak bisa sembarangan, karena akan ketahuan datanya, apakah sudah memiliki KTP atau tidak karena akan langsung online ke pusat secara elektrik.

“Jangan coba-coba ada warga yang mau ngurus KTP ganda, pasti akan ketahuan dengan sistem ini, karena selama ini banyak warga memiliki banyak KTP. Tidak perlu lagi KTP banyak, satu KTP sudah cukup, mau pindah ke Jakarta sudah bisa, ke Medan juga bisa, tidak perlu harus mengurus di sana, karena sudah secara nasional. Selama ini kita masih bersifat seperti yang lalu, belum ketahuan kalau ada warga ngurus KTP di sini, tapi sudah punya di daerah lain. Inilah yang sedang kita data base setiap kelurahan dan desa yang ada,” ujar Kadis kepada METRO, Rabu (23/2).

Baca Juga :  Perubahan Aturan F1 Alonso: F1 2011 Bakal Sukses dan Menarik

Dilanjutkan Kadis, pihaknya saat ini sedang sibuk membenahi persoalan ini agar ada data base pihak pemerintah, karena selama ini masih mengacu Tapsel. Ke depannya, Kabupaten Palas sudah memiliki data base on line ke pusat menyongsong sistem NIK 2011. “Direncanakan 2011 sudah memakai sistem NIK on line ke pusat, mau pindah ke mana saja cukup dengan membawa NIK yang ada sudah bisa. Makanya, diimbau kepada masyarakat agar mendaftarkan anaknya yang berusia 17 tahun ke atas dalam pendataan base ini,” ajak kadis.

Tidak itu saja, Kadis juga mengajak warga yang baru melahirkan anak yang berusia 60 hari ke bawah agar mengurus akta kelahiran anaknya, karena tidak akan dipungut biaya alias gratis. “Tapi harus yang usia 60 hari ke bawah, jangan lebih, karena kita mengacu pada UU Nomor 23 tahun 2006,” pungkas Kadis mengakhiri. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*