Tak Ada Nego Buat Syamsul

Rumor penahanan tersangka dugaan korupsi APBD Langkat Syamsul Arifin yang menghebohkan masyarakat di Sumatera Utara, ditanggapi serius oleh KPK melalui Humas Johan Budi SP. Menurut Johan, KPK menjungjung tinggi prosedur hukum dan tidak ada negosiasi dengan tersangka demi alasan apapun.

Penjelasan itu disampaikan Johan Budi karena Tim KPK di Medan disebut-sebut sedang melakukan negosiasi dengan tersangka dan keluarganya. Johan Budi menegaskan, jika ada sekelompok orang yang mengaku KPK bertemu dengan keluarga tersangka di suatu tempat di Medan atau di Jakarta, itu sama sekali tidak benar.

“(KPK) Gadungan itu kali. KPK enggak ada bertemu dengan keluarga SA (Syamsul Arifin, Red) maupun dengan SA. Nego buat apa? Kan SA statusnya sudah TSK (tersangka, Red),” kata Johan Budi melalui telepon.

Johan Budi mengatakan, pihaknya tidak mengenal negosiasi atau apapun namanya selain pelaksanaan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Dia juga membantah tegas informasi yang menyebutkan pihaknya menerima negosiasi dengan sejumlah pihak untuk menunda proses hukum terhadap tersangka hingga selesai proses Pilkada Medan atau sebab lain.

Menurutnya, kasus hukum terhadap tersangka akan tetap berjalan sesuai ketentuan. “Kalau sudah menetapkan TSK (tersangka, Red), KPK tidak bisa mengeluarkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan, Red). Semua rumor yang beredar itu nggak masuk akal, Bos,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Lantik 70 Kades Terpilih

Kadis Kominfo Sumut Eddy Syofian Purba kepada wartawan koran ini mengatakan, Syamsul Arifin sampai kemarin sore masih berada di Jakarta. Eddy menuturkan, sesuai jadwal, atasannya itu baru akan pulang ke Medan Sabtu (29/5) pagi. “Besok (hari ini, Red), Pak Gubernur baru pulang dari Jakarta,” ujarnya.

Eddy juga menyesalkan beredarnya rumor yang mengatakan Syamsul Arifin ditahan KPK. Menurutnya, itu hanya opini yang sengaja dikembangkan pihak-pihak tertentu. “Janganlah buat opini, nggak bagus. Isu itu pun tidak benar,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Sumut yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Golkar Sumut, Chaidir Ritonga, mengaku mendengar kabar yang tak bisa dipertanggungjawabkan itu. Dia mengatakan, akhir-akhir ini isu serupa itu kerap beredar. Tapi setelah dicek, ternyata hanya sebatas kabar burung.

“Saya baru menelpon ajudan Gubsu. Dan apa yang dikatakan Robi (ajudan Syamsul, Red), Gubsu masih dalam keadaan baik-baik, tidak ditangkap oleh KPK. Jadi kabar itu hanya isu saja,” tegasnya

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*