Tak Berdaya Tolak Kenaikan Harga Pupuk, Petani Sumut Beralih ke Organik

www.mediaindonesia.com

potting soil Tak Berdaya Tolak Kenaikan Harga Pupuk, Petani Sumut Beralih ke Organik MEDAN–MI: Pemerintah daerah tak berdaya menolak keputusan pemerintah pusat menaikkan harga pupuk bersubsidi. Untuk antisipasi menurunnya produktivitas pertanian, kampanye penggunaan pupuk organik terus digalakkan.

“Kalau kenaikan harga pupuk bersubsidi sudah diputuskan pemerintah, kami tak bisa menolak. Walau sangat berat bagi petani di daerah, mengingat kondisi ekonomi belum pulih benar, daya beli yang rendah dan harga komoditi yang masih fluktuatif. Masyarakat harus melakukan antisipasi untuk tetap bertahan, bahkan bisa bangkit di tengah krisis,”ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) Rustam Efendy Nainggolan kepada wartawan di Medan, Selasa (9/3).

Salah satu antisipasi yang dilakukan Pemprov Sumut, menurut Nainggolan, mengkampanyekan penggunaan pupuk organik, sebagai pengganti pupuk anorganik. “Kami telah meminta pemerintah kabupaten kota memberi penjelasan kepada petani di daerah, agar menggunakan pupuk organik dan kompos. Kenaikan harga pupuk ini harus menjadi momentun mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” tuturnya.

Untuk itu, pasokan pupuk organik akan ditingkatkan di pasar. Kebutuhan itu telah direspons dengan telah berdirinya tujuh pabrik pupuk organik di Sumut, lima di antaranya baru beroperasi tahun ini. “Kapasitas minimal masing-masing tiga ton per tahun menyusul meningkatnya terus permintaan pupuk organik itu. Lima pabrik baru itu masing-masing di Deli Serdang, Lintong Nihuta, Mabar Belawan dan dua pabrik di Simalungun,”papar Nainggolan.

Supervisor PT Petrokimia Gresik di Medan Ki Hari Purnomo mengatakan lima perusahaan baru yang akan memproduksi pupuk organik masing-masing Evelindo Agung, Humbang Organik, Pemkab Simalungun, Pupuk Agri Mandiri dan Surya Niur Indah. “Sebelumnya, Prima Tani sudah mengoperasikan dua pabrik dan sudah ada masuk lagi permohonan baru dari lima perusahaan,”jelasnya.

Pabrik itu dibangun dan dioperasikan setelah manajemen Petrokimia sebagai penyedia mesin dan teknologi melakukan evaluasi kelayakan operasional industri itu mulai kelayakan kawasan yang dijadikan lokasi pabrik, pabrik/gudang, sarana air, listrik dan termasuk ketersediaan bahan baku.

Saat ini, alokasi pupuk organik bersubsidi untuk Sumut mencapai 58.644 ton, meningkat dari tahun lalu yang hanya 29.000 ton. Tahun lalu penyerapan pupuk organik di Sumut mencapai 13.971 ton, sementara tahun 2008 masih 3.000 ton. Realisasi penyaluran pupuk organik sendiri hingga Februari 2010 sudah mencapai 6.246 ton dan pada Maret ini rencana alokasi sesuai Peraturan Gubernur Sumut mencapai 4.900 ton. (BS/OL-7)

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Tak Berdaya Tolak Kenaikan Harga Pupuk, Petani Sumut Beralih ke Organik facebook Tak Berdaya Tolak Kenaikan Harga Pupuk, Petani Sumut Beralih ke Organik twitter Tak Berdaya Tolak Kenaikan Harga Pupuk, Petani Sumut Beralih ke Organik linkedin Tak Berdaya Tolak Kenaikan Harga Pupuk, Petani Sumut Beralih ke Organik email Tak Berdaya Tolak Kenaikan Harga Pupuk, Petani Sumut Beralih ke Organik print Tak Berdaya Tolak Kenaikan Harga Pupuk, Petani Sumut Beralih ke Organik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*