Tak Diabsen, CPNS Aniaya CPNS

573064492cf9fcc44f142c1643d1533b12989c9 Tak Diabsen, CPNS Aniaya CPNS
Lansri Murni Pohan saat membuat pengaduan di Mapolsek Padang Bolak, Kamis (22/7) siang.

Tak terima dianiaya oleh rekan sekerjanya, seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Puskesmas Pembantu (Pustu) Purba Bangun, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Lansri Murni Pohan, mendatangi Mapolsek Padang Bolak, Kamis (22/7) sekira pukul 13.30 WIB. Wanita berusia 28 tahun ini mengadukan rekannya yang juga CPNS wanita berinisial SFS (28), karena mencakar wajah dan menjambak rambutnya.

Kepada METRO, saat akan membuat pengaduan ke Mapolsek Padang Bolak, Lansri mengaku sengaja mengadu ke polisi karena telah dianiaya rekannya SFS, Kamis (22/7) pagi sekira pukul 10.00 WIB. Rambutnya dijambak hingga tercabut, sementara dagu serta wajah sebelah kiri bidan ini mengalami luka bekas cakaran. Penganiayaan itu diduga dilakukan SFS karena tidak masuk daftar absensi harian pegawai.

Diutarakan Lansri, SFS merasa keberatan karena diabsen tidak masuk kerja olehnya yang bertugas sebagai absensi atau piket saat itu. SFS pun mendatanginya dan memprotesnya. Kemudian langsung marah-marah serta menunjuk-nunjuk tangannya ke arah wajah Lansri. “Kenapa saya diabsen? Sekda (sekretaris daerah) saja tidak keberatan jika saya tidak hadir,” ujar Lansri dengan nada terputus-putus sembari menirukan ucapan SFS kala itu kepadanya.

Bahkan, sebut Lansri, SFS semakin menjadi-jadi. SFS melemparinya dengan roti, sepatu, dan menjambak rambutnya hingga rontok. “Yang saya paling tidak senangi, dia mengaku-ngaku saudara Sekda Paluta Drs Panusunan Siregar dan telah permisi kepadanya. Karena itu saya tak boleh mengabsensinya walau dia tidak hadir. Padahal, itu tugas saya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Daftar Hadir PNS PALAS Bakal Diperiksa Sekda

Sementara itu SFS yang dikonfirmasi METRO melalui telepon selulernya, membenarkan bahwa dirinya ada cek-cok dengan teman sekerjanya Lnasri Murni Pohan.

“Benar, saya ada berselisih paham dan terjadi cek-cok dengan LM Pohan. Saya tidak senang dengan sikapnya, karena saya tidak masuk daftar absen yang dia pegang. Padahal saya sudah permisi dengan Kepala Pustu,” ucap wanita ini.

Ketika dimintai keterangan lebih jauh terkait dirinya mengaku-ngaku saudara Sekda Drs Panusunan Siregar, SFS membenarkan bahwa ada hubungan famili dengan Sekda Paluta.

Sekda Paluta Drs H Panusunan Siregar yang dikonfirmasi terkait kebenaran dirinya famili SFS, membenarkannya. “Benar diaitu famili saya. Tapi masih jauh hubungan kekeluargaannya,” tegas Sekda.

Di tempat terpisah, Kadis Kesehatan dan Sosial Paluta H Mara Bintang Harahap SKM MSc yang dihubungi melalui telepon selulernya mengaku sangat menyesalkan perilaku pegawai yang bertugas di lingkungan dinasnya.

“Sangat disesalkan. Saya akan memanggil saudara SFS dan Kapustu untuk dimintai keterangan. Kalau dia (SFS, red) terbukti bersalah, kita akan berikan sanksi sesuai dengan mekanisme dan peraturan pemerintah yang berlaku,” tegas Harahap.

Kapolsek Padang Bolak AKP JW Sijabat SH ketika dikonfrimasi METRO atas pengaduan LM Pohan, membenarkan adanya pengaduan korban. “Kita akan memproses segera pengaduan CPNS tersebut,” katanya singkat.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Tak_Diabsen_CPNS_Aniaya_CPNS

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tambang Emas Martabe Dituding Bohongi Publik

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*