Tak Digubris, Warga Galang Dana Singkirkan Zat Kimia Berbahaya Milik PT Agiancourt Resource (AR) di Pelabuhan Sibolga

(Analisa/yudi nasution). Sejumlah Petikemas berisi barang mengandung zat kimia berbahaya masih menumpuk di areal Pelabuhan Sibolga dengan posisi terbuka dibawa terik matahari. Masyarakat Sibolga mendesak zat kimia berbahaya itu sesegera mungkin dievakuasi karena dinilai tak menguntungkan atas keberadaannya.
Sibolga, (Analisa). Sejumlah elemen masyarakat Kota Sibolga merasa kesal akibat desakan agar Pemda setempat bersama institusi terkait segera lakukan evakuasi barang-barang yang mengandung zat kimia berbahaya di kawasan Pelabuhan Sibolga ke lokasi perusahaan selaku pemilik barang tak kunjung terealisasi.

Bahkan, bila tak memungkinkan, maka barang yang mengandung zat kimia berbahaya untuk kebutuhan perusahaan tambang emas PT Agiancourt Resource (AR) Martabe Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan hingga mengkhawatirkan warga Sibolga tersebut agar dikembalikan ke daerah asalnya, sebelum terjadi sesuatu hal yang sifatnya membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa masyarakat di sekitarnya.

“Kami secara tegas tidak menginginkan barang-barang berbahaya itu teronggok terlalu lama di Pelabuhan. Itu sangat kita tolak, jika Kota Sibolga menjadi tempat penyimpanan zat kimia berbahaya, kita khawatir zat kimia tersebut nantinya dapat mengancam keselamatan nyawa manusia. Sementara, keuntungan daerah apalagi masyarakat Sibolga sudah jelas tidak ada atas keberadaan zat kimia tersebut,” tegas pengurus KNPI Kota Sibolga, Kartika Syahputra, Binsar Simatupang dan sejumlah elemen masyarakat lainnya ditemui Analisa di Sibolga, Senin (29/10) lalu di Sibolga.

Menurut mereka, jika pemulangan barang-barang yang mengandung zat kimia berbahaya itu harus menggunakan biaya pengangkutannya, sehingga menjadi alasan Pemko Sibolga maupun PT Pelabuhan Indonesia cabang Sibolga untuk tidak memenuhi desakan masyarakat, maka warga Sibolga juga siap memenuhi hal tersebut.

“Bila perlu, kita akan lakukan penggalangan dana “Sejuta Coin” untuk pembiayaan pemulangan barang-barang yang mengandung zat kimia berbahaya milik perusahaan tambang tersebut. Sebab, dari segi peletakan zat kimia saja, tidak boleh sembarangan tempat, tentu ada prosedurnya, seperti harus tersimpan dengan baik di sebuah tempat tertutup semisal gudang dengan temperatur rendah dan jauh dari pemukiman padat penduduk. Sementara perlakuan terhadap zat kimia milik PT AR Martabe yang kita lihat di lokasi penumpukan barang di Pelabuhan Sibolga sangat bertolak belakang,” ketus Kartika.

Baca Juga :  300 Ha Sawah Di Manegen Dan Hutatonga Terancam Kekeringan

Puluhan peti kemas berisi barang mengandung zat kimia berbahaya tersebut diletakkan begitu saja di lokasi lahan terbuka di bawah cuaca panas dan sangat dekat dengan pemukiman penduduk. “Kondisi suhu yang panas pastinya akan menimbulkan reaksi terhadap suatu zat kimia yang terkemas dalam peti kemas tersebut. Kita takutkan, reaksi yang ditimbulkannya dapat berdampak buruk terhadap terjadinya kebocoran lalu terpolusi dan menginfeksi masyarakat melalui udara dan sebagainya. Pastinya, ini sangat mengkhawatirkan penduduk,” beber mereka lagi.

Singkirkan

Terpisah, menyikapi keluhan masyarakat Kota Sibolga yang saat ini dilanda rasa kekhawatiran dan ketakutan atas keberadaan zat kimia berbahaya tersebut, Ketua DPRD Sibolga Sahlul Umur Situmeang ditanyai Analisa sangat mendukung desakan konstinuennya tadi. Ia juga meminta barang-barang mengandung zat kimia berbahaya milik PT Agiancourt Resource (AR) Martabe yang masih menumpuk dan tersimpan secara terbuka di kawasan Pelabuhan Sibolga segera disingkirkan ke lokasi lain, ataupun dikembalikan ke daerah asal barang.

Sahlul meminta, pihak manajemen perusahaan tambang mendengarkan desakan aspirasi masyarakat Kota Sibolga dan sesegera mungkin mengevakuasi seluruh barang milik mereka dari Pelabuhan Sibolga.

“Kita (DPRD-red) sudah berencana melakukan peninjauan lapangan. Seyogianya peninjauan tersebut dilakukan, pekan kemarin, tetapi sehubungan masih ada agenda rapat penting di DPRD, peninjauan tersebut terpaksa kita tunda. Tapi secepatnya kita tindak lanjuti hal itu,” tegas kader terbaik Golkar Sibolga ini.

Baca Juga :  Walau Bayar Retribusi, Dinas Pasar Tetap Gusur, Pedagang Inang-inang Pun Serbu DPRD

Sahlul juga menyatakan sepakat, keberadaan zat kimia berbahaya milik PT AR Martabe tidak boleh dibiarkan berlama-lama berada di Pelabuhan Sibolga, karena dikhawatirkan nantinya dapat mengancam keselamatan jiwa masyarakat.

Biasanya, kata Sahlul, menurut informasi yang diterimanya, setelah barang pesanan PT AR Martabe tiba di Pelabuhan Sibolga, maka PT SDV Logistics Indonesia langsung mengangkut seluruh peti kemas berisi bahan kimia tersebut ke lokasi pertambangan emas di Batangtoru, Tapsel untuk digunakan ataupun disimpan dengan baik.

“Tetapi, pasca pemberhentian operasional PT AR Martabe, barang-barang tersebut kesannya seperti dibiarkan begitu saja menumpuk di areal Pelabuhan Sibolga. Meskipun penumpukannya di sebuah lokasi tertentu, tetap saja berpengaruh karena lokasi tersebut terbuka sehingga sangat tidak nyaman,” tukas Sahlul. (yan)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*