Tak Jelas Sumber Dana Proyek Perikanan Tapsel

Sabtu, 24 Oktober 2009 – www.metrosiantar.com

TANPA PLANK- Pekerja sedang mengerjakan proyek perikanan di Kelurahan Lancat, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan. Warga dan LSM mempersoalkan proyek ini karena tidak jelas sumber dana dan besaran dana. Pasalnya, tidak ada plank yang terpasang.

Aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) Kecamatan Arse, Amin Pane pada METRO Jumat (23/10) mengatakan, kendatipun pembangunan sudah berlangsung sekitar 2 minggu namun pihak rekanan yang mengerjakan proyek belum ada memasang plank proyek, bahkan menurutnya pelaksanaan pengerjaan kurang pengawasan.

“Plank proyek tidak ada, ada apa di balik semua ini, sumber dana tak jelas, jumlah dana tak jelas, proyek apa juga tak jelas. Bahkan pengerjaannya terkesan asal-asalan dan kurang pengawasan. Semisal adukan semen dituangkan ke dalam air berlumpur. Dalam proses pengerjaan, dek penahan dinding kolam dan pondasi dek penahan dinding kolam juga sejajar dengan dasar kolam. Tentu hal ini bisa dikhawatirkan bangunan tidak tahan lama,” kata Amin.

Ditambahkan Amin, kiranya pihak yang berwenag mengawasi proyek tersebut lebih aktif dan pihak rekanan dalam melaksanakan proyek tersebut lebih mengutamakan ketahanan sesuai dengan bestek yang ada.

“Kiranya rekanan melaksanakan proyek sesuai dengan bestek yang ada, agar nantinya lebih bermanfaat dan menjadi sumber PAD yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” harap Amin.

Sementara itu Muklis Pane (38) warga Lancat mengatakan sepengetahuannya pemborong kolam tersebut adalah bermarga Lubis dari Padangsidimpuan dan ketika jam menunjukkan pukul 12.00 WIB marga Lubis yang mengendarai mobil Rocky muncul dan wartawan koran ini langsung mencoba konfirmasi. Namun Lubis buru-buru meninggalkan wartawan dengan alasan ada kebutuhan mendesak.

Baca Juga :  Rahasia Duet Maut Wanggai-Tibo

“Kolam berjumlah sembilan, 7 kolam pendederan, 1 kolam induk ikan, 1 kolam pemisahan. Tapi maaf saya buru-buru karena ada kebutuhan bahan proyek yang mendesak. Kalau bahan kurang kita takut pekerja pada pulang,” tuturnya.

Ketika ditanya nama rekanan yang mengerjakan, Lubis mengatakan lupa karena jumlah perusahaan mereka banyak.

“Saya lupa namanya, soalnya perusahaan kita banyak dan tak ingat yang mengerjakan ini proyek,” katanya meninggalkan wartawan koran ini.

Camat Arse ketika dihubungi METRO mengatakan, belum mengetahui dengan pasti tentang proyek di wilayah kerjanya tersebut.

“Mohon maaf pak. Untuk informasi mengenai proyek tersebut belum ada secara resmi pada kami, yang jelas proyek tersebut pada Dinas Perikanan, silakan bapak tanyakan langsung pada Kadis Perikanan,” jawabnya melalui SMS.

Pantauan METRO, di samping kolam, ada juga bangunan untuk perumahan dan perkantoran yang juga belum memasang plank proyek. Sedangkan Nasruddin Siregar yang disebutkan pekerja sebagai kepercayaan rekanan ketika ditanya METRO mengatakan, proyek pembangunan perumahan dan perkantoran merupakan proyek dari PT Dona Civarak Konsultan. (ran)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*