Tak Merasa Bersalah, Marzuki Alie Menolak Mundur dari DPR

Jakarta – Ketua DPR Marzuki Alie menolak mundur terkait pernyataan kontroversialnya soal memaafkan koruptor dan pembubaran KPK. Marzuki merasa tidak ada yang salah dengan pernyataannya.

“Apa urusannya minta mundur? Di mana aturannya? Apanya yang kontroversi? Kalo saya bicara untuk kepentingan negara apa salahnya?” ujar Marzuki Alie di Kantor Komisi Yudisial, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2011) malam.

Marzuki mengaku tidak pernah bicara soal membubarkan KPK atau memaafkan koruptor. Lagi-lagi dia berkilah omongannya dipotong-potong wartawan.

“Jangan kita bicara sepotong, harus lengkap. Kalau bicara sepotong memang salah besar, tapi kalau kita bicara lengkap ada aturannya,ada prosedurnya, kemudian ada paparan-paparan singkat agar korupsi tidak terjadi lagi. Makanya saya bilang kepada temen-temen yang meliput waktu itu jangan ditayangkan sepotong,” jelas Marzuki.

Marzuki menegaskan seluruh ucapannya ini tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat. Ini murni pendapatnya pribadi. Marzuki pun enggan menanggapi perihal dirinya yang dilaporkan ke BK DPR.

“Tidak ada urusan dengan kader Demokrat, tidak ada urusan anggota DPR tersandera, urusannya hanya dengan Marzuki Alie,” kata pria yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini.

Sebelumnya, Marzuki Alie mengajak semua rakyat Indonesia untuk memulai hidup baru. Memaafkan koruptor dan membenahi sistem baru transaksi keuangan serta hukuman mati bagi para koruptor.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Turun, Pengalihan Subsidi Tetap Harus Berjalan

“Seluruh koruptor dipanggil pulang suruh bawa uangnya masuk, kenakan pajak. Kita saling memaafkan

seluruh Indonesia, memaafkan koruptor, semuanya dimaafkan. Tuhan saja memaafkan semua manusia. Tapi tidak boleh mengulangi lagi, kalau diulangi dihukum mati,” ujar Marzuki.

Hal ini disampaikan Marzuki usai salat Jumat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/7/2011).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*