Tak Punya Duit 5000 Napi Disuruh Makan Kotoran Manusia

Rp5000 Tak Punya Duit 5000 Napi Disuruh Makan Kotoran ManusiaTindakan tidak manusiawi dilakukan salah seorang oknum pegawai Rutan Kelas II B, Kotabumi, Lampung Utara berinisial Hs.

Hanya gara-gara tidak dikabulkan permintaan uang sebesar Rp500 ribu, dia menyiksa seorang tahanan bernama Ponidi untuk melahap kotoran manusia.

Akibat dipaksa sarapan pagi dengan kotoran manusia, Ponidi pun akhirnya jatuh sakit.

Saat istrinya, Astana, menjenguk, Ponidi pun menceritakan peristiwa yang dialaminya itu.

Mengetahui hal ini, Astana pun langsung melaporkan oknum petugas rutan ke Polres Lampung Utara dengan surat laporan nomor LP/08/B/I/2011/Polda Lampung SPK. RES LU.

”Saya melihat suami saya menahan rasa sakit di perut sambil cerita penyiksaan hingga makan kotoran manusia yang dilakukan petugas bernama Ihsan terhadapnya, karena suami saya tidak setor uang Rp. 500 ribu,’’ungkap Astana, kepada wartawan.

Humas Departeman Kementerian Hukum dan HAM Propinsi Lampung, Erwin mengaku belum menerima laporan langsung dari Karutan tersebut.

“Jika sudah ada laporan kita akan turunkan inspektorat dan jika benar terbukti maka sipir tersebut akan kita tindak tegas,” kata Erwin.

Sementara itu Kapolres Lampung Utara, AKBP. Lukas Akbar Abriari membenarkan Ponidi alias Dul adalah tahanannya yang dititipkan di rutan.

’’Ponidi merupakan tersangka kasus curat. Tersangka kami titipkan di rutan sejak 11 Desember 2010 dan masa tahanannya sudah kami perpanjang,’’ kata Kapolres.

Ternyata oknum petugas rutan itu tidak sekali melakukan hal ini. Dia juga diketahui pernah menyiksa tiga tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi hingga masuk Rumah Sakit Umum Ryacudu (RSUR) Kotabumi yang baru sehari dititipkan di rutan.

Baca Juga :  Wanita Pakistan Potong-potong Tubuh Suami Lalu Memasaknya!

Mereka adalah M. Aji Chandra , Heriansyah dan Wawan Satria.  Ketiganya warga Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara.

Aji Chandra yang merupakan tersangka kasus 480 KUHP tentang penadahan barang curian ini mengalami luka memar di belakang telinga kanan.

Kemudian Wawan Satria tersangka kasus 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan (curat) menderita luka lecet pada lengan kanan, luka lecet di pinggang kiri, dan memar di pinggang kanan.

Sementara Heriansyah tersangka kasus curat menderita luka robek pada pelipis kiri.

Selain ditampar dan dipukul dengan tangan, ketiga tahanan itu juga dipukuli menggunakan ikat pinggang dan bambu. Penganiayaan ini terjadi di dalam rutan pada (27/5/2010) sekitar pukul 09.00 WIB.(Berita8.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*