Tambang Emas Ilegal di Hutabargot Makin Tak Terkoordinir

Panyabungan,

Lokasi tambang emas ilegal di Bukit Sarahan, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal, kian hari semakin tidak terkoordinir. Haruskah alam yang menghentikan aktifitas pertambangan emas ilegal ini? (Ist)

Biarkan alam yang menjawab. Mungkin kata-kata itulah yang tepat terkait keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan tambang emas ilegal kian hari kian tidak terkoordinir. Tinggal menunggu waktu terjadinya bencana?

Sebenarnya, tanda-tanda bencana sudah mulai tampak. Seperti baru-baru ini, empat penambang dari Jawa, meninggal dalam lubang tambang diduga karena keracunan. Sementara jumlah yang luka-luka atau patah tulang, sudah banyak. Belum lagi dampak yang ditimbulkan mesin galundung (mesin pemisah emas dari batu) yang memakai bahan merkuri. Seperti diketahui, merkuri sangat berbahaya untuk kesehatan.

Sejak tambang emas ilegal di Hutabargot beroperasi, masyarakat tampaknya tidak lagi memikirkan dampak lingkungan yang ditimbulkan merkuri. Bahkan sebagian lahan pertanian dan perkebunan sudah rusak. Ada yang rusak akibat limbah merkuri, ada pula yang rusak karena tidak diurus si empunya lagi.

Kejadian-kejadian yang terjadi di lokasi tambang emas ilegal adalah contoh kecil bahwa alam sudah mulai jenuh melihat ulah manusia yang telah merusak lingkungannya tanpa memikirkan akibatnya. Kemungkinan korban-korban lain akan berjatuhan, hanya menunggu waktu saja.

Belum lagi akhir-akhir ini di lokasi tambang, situasinya semakin memanas. Perkelahian antara penambang kerap terjadi, karena masyarakat yang datang menambang merasa bahwa tambang emas liar yang ada di Bukit Sarahan Kecamatan Hutabargot, tidak ada yang memiliki dan tidak mempunyai badan hukum.

Baca Juga :  Polres Tapsel; Semua Tindak Pidana di Pemilukada Diproses

Pantuan wartawan, sudah hampir semua elemen masyarakat di Madina mendukung tambang emas ilegal. Mereka mendukungnya demi mendapat keuntungan yang banyak, tanpa memikirkan bahaya.

Terlihat di lokasi tambang emas, sudah banyak tanah-tanah longsor, karena tidak adanya aturan untuk membuat lubang sehingga tanah diperbukitan mulai labil. Tidak tertutup kemungkinan akan terjadi longsor.

Jadi untuk mengantisipasi ini semua dan agar tidak akan ada lagi korban jiwa yang berjatuhan, perlu peran aktif Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, harus sesegera mungkin mengkoordinir ataupun menertibkan tambang emas liar tersebut sebelum alam yang akan menjawabnya.

Pemerintah jangan hanya melarang dengan mengeluarkan surat perintah tanpa ada aksi turun ke lapangan. Kalau tidak ditertibkan sesegera mungkin, tidak tertutup kemungkinaan korban akan terus bertambah. (BS-026)

Sumber: (beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Kalau ada pelarangan dari Pemerintah untuk tambang emas ini, maka benar-benarlah di larang tanpa pengecualian, jangan sampai Masyarakat di larang, tapi disatu sisi Pemerintah menyiapkan bentuk badan hukum beroperasi untuk menambang dengan berbagai alasan… kalau pribahasa “Menjaga sesuatu suatu wilayah dengan alasan perlindungan Hutang dan berbagai akibat resiko, namun dibalik itu punya maksud agar tidak dibagi rame”.

    Sebaiknya Masyarakat tidak usah di larang melakukan penambangan, toh itu juga bahagian membantu masyarakat, Tapi Pemerintah memberikan arahan2 yang benar cara menambang yang bisa menjaga lingkungan / Hutan sekitarnya, Dan seluruh masyararakat yang menambang di data dengan baik sehingga mudah mengontrol dan mengawasinya….

    Tidak usahlah memberikan saran memberhentikan bagi warga sekitarnya, karena toh itu membantu masyarakat sekitarnya kok. Kalau masalah Dampak Lingkungan yang akan ditimbulkannya pasti ada, tapi bukan berarti memberhentikan satu-satunya cara menghindari resiko2 tersebut, tapi berilah arahan dan penyuluhan agar resiko2 dampak lingkungan itu bisa terhindar dimasa yang akan datang. Berikan cara penyuluhan yang baik, melakukan penghijauan setelah penambangan, pemamfaatan bekas tambang, dll.

    Jangan sampai terjadi Melarang warga tiba-tiba tapi setelah itu ada sekelompok / badan yang diminta penguasa sekitarnya / pemda setempat untuk menambang di tempat yang sama dengan berbagai dalih atau bagi hasil.. banyak contoh yang terjadi di Negeri ini di area pertambangan, ujung2nya warga sekitarnya tidak dapat apa-apa sementara Pemda/Sekelompok orang atau investor bisa menikmati dengan aman dari hasil penambangan tersebut…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*