Tanah di Desa Simanosor Tapus, Kec. Saipar Dolok Hole, TapSel Bergeser

Minggu, 27 Desember 2009 – www.metrosiantar.com

TANAH BERGESER- Dua rumah di Desa Simanosor Tapus, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan rusak akibat tanah bergeser dan terjadi keretakan tanah. Peristiwa ini terjadi sejak hujan mengguyur, Jumat (18/12). Secara keseluruhan, sebanyak 11 rumah dan satu masjid rusak

11 Rumah dan Masjid Rusak
TAPSEL-METRO; Akibat diguyur hujan deras sejak Jumat malam (18/12) lalu, permukaan tanah di Desa Simanosor Tapus, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan mengalami pergeseran hingga berongga sekitar 50 cm. Seperti pantauan Kamis (24/12), pergeseran permukaan tanah mengakibatkan keretakan yang menyebabkan beberapa rumah warga, jalan raya, dan masjid mengalami kerusakan.

Informasi yang dihimpun dari warga setempat, Hasrul Gani (25), Hery Ginting (33) Kaddis (40), hujan lebat yang mengguyur wilayah desa sejak Jumat (18/12) lalu mengakibatkan pergeseran pada permukaan tanah hingga menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusaakan.

“Kerusakan rumah ada yang parah ada juga yang ringan. Namun sekitar 11 rumah dan satu masjid mengalami kerusakan,” ucap mereka.

Ditambahkan warga, kondisi bergesernya permukaan tanah kian bertambah, mengakibatkan keretakan pada tanah semakin melebar dan semakin menambah kerusakan.

“Retakan secara perlahan tiap hari terus bertambah. Kita juga mendengar bunyi gesekan bangunan tanah bergeseran dan terjadi rongga di permukaan tanah. Awalnya kedalaman keretakan tanah hanya sekitar 20 cm namun hari ke hari kondisinya semakin bertambah dan sekarang sudah mencapai sekitar 50 cm. Di dalam patahan tanah terdapat air. Parahnya kerusakan rumah, masjid, dan badan jalan semakin parah,” kata mereka.

Pantauan METRO Kamis (24/12) di lokasi, kondisi tanah sepanjang 50 meter dari timur ke barat retak dengan lebar sekitar 6 meter. Tanah anjlok sekitar 50 cm. Sementara dilihat dari jumlah rumah yang mengalami kerusakan, sebagian besar akibat retak. Bahkan satu unit masjid mengalami kerusakan parah, begitu juga beberapa rumah dan badan jalan.

Namun secara keseluruhan sedikitnya 11 rumah dan satu unit masjid mengalami kerusakan. Sedangkan badan jalan sepanjang 6 meter anjlok dengan ketinggian 50 cm. Bahkan di sepanjang jalan sekira 50 meter kondisi aspalnya sudah retak-retak.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Madina: Sekda Harus Punya Kemampuan

Menurut informasi dari warga setempat hal yang sama telah pernah terjadi pada tahun 1956 lalu. Dan penyebab terjadinya retakan permukaan tanah tersebut diduga kuat akibat lapisan tanah bagian atas tidak menyatu dengan lapisan berikutnya. Dan lapisan tanah bagian atas keras sedangkan di bagian bawah kemungkinan lembek atau berupa tanah berpasir, dimana pada saat hujan lebat aliran air di bawah tanah mempengaruhi permukaan tanah.

Bupati Imbau tidak Dirikan Rumah Permanen

Pemkab Tapanuli Selatan langsung meninjau kondisi anjloknya permukaan tanah yang merusak 11 rumah warga, 1 masjid dan jalan raya di Desa Simanosor Tapus, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kamis (24/12 ) lalu.

Bupati Tapanuli Selatan Ongku P Hasibuan didampingi Sekdakab, Affan Siregar Asisten III, Kabag Umum, Kadis Nakertrans, Kasubag Humas dan protokoler Isnut Siregar beserta rombongan, mengunjungi dan mengamati satu per satu rumah, masjid dan badan jalan yang rusak.

Melihat kondisi tersebut, Ongku menyarankan agar warga yang rumahnya rusak mengambil tindakan dengan membongkar secara perlahan agar nantinya bisa dimanfaatkan.

“Kejadian ini di luar dugaan kita dan merupakan kehendak Tuhan. Kiranya kita semua bersabar menerimanya. Dan melihat kondisinya yang terus bergerak, saya menyarankan rumah yang rusak agar dibongkar agar nantinya bisa dimanfaatkan,” kata bupati.

Bupati juga mengingatkan, melihat bencana yang terjadi, Ongku menyarankan agar warga tidak membangun rumah permanen. “Untuk menghindari kejadian yang sama dikemudian hari, hendaknya dicarikan tempat pindah ke lokasi lain. Tapi kalau memang masih ingin menetap di sekitar lokasi, kemungkinan besar tidak cocok dibangun rumah dari bahan batu,” imbau bupati.
Untuk meringankan beban yang dialami beberapa warga Desa Simanosor Tapus, bupati menyalurkan bantuan materil, di mana tiga rumah rusak parah menerima bantuan Rp3 juta, 6 rumah rusak sedang menerima Rp1 juta, dan dua rumah rusak ringan menerima Rp500 ribu. Penyerahan bantuan tersebut langsung diberikan bupati kepada warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan.

Baca Juga :  Kejaksaan Madina Diminta Usut Dana Pilgubsu

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah pada musibah yang dialami warga, dan akan terus mengupayakan bantuan lainnya agar dapat meringankan beban warga setempat.

Beberapa rumah yang mengalami kerusakan, antara lain rumah Makmur Pasaribu, Yusuf Simatupang, Oloan Simatupang, Bahrum Simatupang Oppu Mega dan beberapa rumah lainnya. Sementara masyarakat mengaku sangat berterima kas

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Melihat dari keadaan Desa Simanosor Tapus sekarang ini cukup membuat kita kwatir akan adanya pengluasan pergeseran tanah yang lebih luas sehingga dihimbau kepada masyarakat supaya mencari tempat lain menghindari kemungkinan itu terjadi .

  2. turut berduka saya sbgai org simanosor asli
    mdah2n ada bantuan dri pmerintah stempat
    amien!!!!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*