Tanaman Padi Diserang Wereng Di Paluta

PADANGBOLAK- Sedikitnya 50 hektar tanaman padi yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Paluta terserang hama borjong (blash) dan wereng hijau. Akibatnya tanaman berusia 20-60 hari itu tidak bisa tumbuh secara normal.  Tanaman padi yang terserang hama borjong dan wereng umumnya terlihat menguning, rumpun  padi sangat jarang karena sebagian anakan padi mati.

Sejumlah petani yang sawahnya terserang hama, sebut saja, A Harahap (35), kepada METRO, Senin (27/6) mengaku kerepotan dalam mengendalikan dan memusnahkannya. “Kami sangat kewalahan terkait banyaknya hama yang menyerang tanaman padi, seperti Hama borjong dan hama wereng hijau,” ucapnya. Sebagai petani, katanya, dirinya telah melakukan tanam ulang untuk mengejar panen menjelang puasa Ramadhan di Bulan Agustus 2011 mendatang. “Untuk mengurangi dan menangani penyakit tanaman padi ini, padi yang mati atau telah menguning dicabut dan diganti dengan bibit semai baru, dan untuk mengejar waktu tanam biasanya mereka (petani) tidak menyemai benih baru melainkan membeli bibit tanaman padi dari petani lain yang mempunyai kelebihan benih,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan, M Dasopang, menurutnya para petani di Kecamatan Padang Bolak merasa cemas terhadap meluasnya serangan hama wereng dan Blash  itu sebab hama itu dipastikan akan merusak tanaman padinya. “Serangan hama wereng ini sudah merusak puluhan hektare tanaman padi sehingga kami cemas terjadinya gagal panen pada tahun ini. Selain ancaman serangan hama wereng, saat ini kami juga keluhkan hingga kini setelah ada hama ini, pihak pemerintah belum ada yang melakukan penanganannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tahun Ini, Tapsel Akan Bangun PLTA dan PLTMH

Keduanya berharap Pemkab Paluta melakukan penanganan khusus sehingga tidak petani tidak mengalami gagal panen tahun ini. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Padang Lawas Utara H Aminusin Harahap, SP ketika dikonfirmasi METRO, mengaku baru mengetahui tentang informasi tersebut. “ Terima kasih atas informasi ini, tolong diarahkan ketua kelompoknya ke kantor dinas,mungkin informasi tdk sampe kepada kita,hanya sampe ke penyuluh pertanian lapangan saja (PPL),” ungkapnya. (thg/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*