Tangani Kasus Bank Sumut – Kejari Panyabungan Akui Lamban

Kejaksaan Negeri Panyabungan mengakui pihaknya sangat lamban dalam menyelesaikan kasus Bank Sumut. Padahal, telah ditetapkan tersangkanya dan kasus ini sudah ditangani sejak 2006.

Demikian dikatakan Kasi Pidsus Kejaksaan Panyabungan Perana Manik, SH kepada BATAKPOS, di ruang kerjanya, Senin (2/8).

Dikatakannya, pihaknya akan segera menyelesaikan kasus Bank Sumut dan Minggu pihak Kejaksaan Panyabungan akan melakukan ekspos di Kejaksaan Tinggi untuk kasus Bank Sumut. “Lambannya penanganan kasus ini karena kita akan memanggil pimpinan bank sehingga harus meminta saksi ahli dari Bank Indonesia (BI) dan Bank Sumut yang ahli tentang perkreditan,” jelas Perana.

Dari penjelasan tim ahli yang telah datang ke kejaksaan, kata Perana, dinyatakan kucuran kredit dari Bank Sumut kepada CV Bakti Nusantara adalah benar. Namun, yang jadi persoalan adalah Surat Perintah Kerja (SPK) yang diajukan yang menyalahi, yakni belum dilaksanakan tender, SPK sudah keluar. “Yang paling parahnya lagi bahwa pemenang tender pada proyek tersebut bukan perusahaan yang mengajukan kredit melainkan perusahaan lain,”kata Perana.

Diungkapkannya, penetapan berapa kerugian negara dalam kasus ini juga sangat sulit. Hal ini disebabkan tersangka telah melakukan pengembalian kredit Rp1,4 miliar. Saat ini hanya tinggal Rp229 juta lagi.” Akibat telah putus kontrak yang bersangkutan tidak sanggup lagi melakukan pencicilan,”kata Perana.

Di samping itu, kata Perana, proyek yang dimaksud, yakni pembangunan jalan di Simpang Banyak, Kecamatan Ulu Pungkut menuju perbatasan Sumbar telah diselesaikan 68 persen. “Sehingga kita akan meminta bantuan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung jumlah kerugian negara,”ungkap Perana.

Baca Juga :  Maitimo Bangga Cetak Gol di Laga Debut Bersama Timnas

Dijelaskan, pihaknya tetap mengajukan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dalam kasus Bank Sumut Pasal 2 dan 3 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Dalam kasus lainnya, kata Perana, pihaknya telah menyelesaikan kasus korupsi yang terjadi di Dinas Cipta Karya Pemkab Madina dengan tersangka Nurul Huda yang dihukum 1,6 tahun dan Oloan dengan hukuman 1 tahun penjara. Sedangkan mantan Kadis Cipta Karya Parlindungan Sinaga juga akan segera disidangkan dalam bulan ini.

Sumber: http://batakpos-online.com/content/view/15959/42/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Kalau saksi ahli dari Bank Indonesia belum diperiksa , ada apa …… Kejari Madina sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini ?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*