Tangkap dan Penjarakan Rahudman Dalang Korupsi TPAPD Tapsel Tahun 2005

Rahudman Harahap

Kasus dugaan korupsi dana Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan TA 2005 sebesar Rp1,5 miliar terus mendapat sorotan, khusunya bagi masyarakat Tapanuli Selatan.

Untuk kedua kalinya, hari ini, massa Satuan Mahasiswa (Satma) Pemuda Pancasila (PP) berunjukrasa ke Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan.

Dalam aksinya massa Satma PP membawa poster dan spanduk yang bertuliskan “Tangkap dan penjarakan Rahudman dalang korupsi TPAPD Tapsel tahun 2005. “Jangan dibiarkan hukum diperjual belikan” dan “Cukur korupsi di bumi Tabagsel”.

Koordinator aksi, Muhammad Syukur Nasution, menuntut agar PN dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) c/q Kejari Padangsidimpuan tidak “tebang pilih” dalam menangani kasus dugaan korupsi TPAPD.

Majelis hakim yang menyidangkan kasusnya dihimbau agar membuka seluas-luasnya fakta persidangan, tidak mempolitisasi jual beli perkara dalam pemeriksaan saksi-saksi, serta antara PN dan Kejari harus seirama dalam penyelesaian perkaranya.

Kepada Kejari Padangsidimpuan, massa menuntut agar menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa ada unsur pandang bulu, tidak mempeti-eskan kasus dugaan korupsi TPAPD, Kejari harus mengeluarkan rekomendasi untuk Kejatisu tentang dukungan penyelesaian kasus dugaan korupsi TPAPD. Mendesak Kejari Padangsidimpuan segera meningkatkan status saksi-saksi yang terlibat langsung untuk dijadikan tersangka.

Humas PN Padangsidimpuan, Tommy Manik, berjanji akan menyidangkan perkaranya dengan seadil-adilnya. “Kita tidak akan mengecewakan masyarakat, perkara tersebut akan kita sidangkan seadil-adilnya, “ ungkap Tommy.

Baca Juga :  Akibat Harga Karet Murah - Anak-anak Ikut Mendulang Emas

Sedangkan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Padangsidimpuan, Yudha Utama Putra, mengatakan pihak kejaksaan tetap berpegang pada prinsip praduga tak bersalah.

Diketahui, kasus dugaan korupsi dana TPAPD Pemkab Tapsel sebesar Rp1,5 miliar ini masih terus bergulir. Mantan Sekdakab Tapsel, Rahudman Harahap, yang kini Walikota Medan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejatisu sejak 25 Oktober 2010 lalu.

Namun, pemeriksaan terhadapnya belum dilakukan karena terganjal izin Presiden. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*