Tangkap Pelaku Illegal Logging di Tor Siancing!

MADINA – Ketua Pehimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Padangsidimpuan mewilayahi Tabagsel H Ridwan Rangkuti SH MH mendesak Dinas Kehutanan dan Perkebunan dan Polres Madina menangkap pelaku illegal logging di Madina, khususnya di Tor Siancing dan Aek Latong Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu.

Ridwan juga menilai maraknya praktek illegal logging di Madina membuktikan kinerja Dishutbun dan aparat kepolisian seakan tidak bernyali bila dihadapkan dengan pengusaha yang sekaligus pelaku illegal logging itu.

“Sudah lama praktek illegal logging ini terus terjadi di Madina, misalnya yang terjadi di Kelurahan Tapus, Kecamatan Linggabayu Natal.

Demikian juga yang terjadi di Tor Siancing dan Aek Latong Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu, walaupun sudah berulangkali di laporkan masyarakat, namun tidak ada tindakan dari Dishut Madina dan aparat kepolisian,” jelasnya.

“Maka tidak ada pilihan lain lagi, pelaku illegal logging tersebut harus ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum. Jangan setelah timbul bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, baru Pemkab Madina bertindak,” tegas Ridwan yang juga Dosen Fakultas Hukum di UMTS Padangsidimpuan itu.

Bahkan, ungkap Ridwan, setelah bencana alam pun Pemkab Madina juga belum berbuat apa-apa seperti bencana banjir Aek Ranto Puran yang menghanyutkan desa Gunung Tua, Manyabar, Gunung Manaon sekitarnya di Kecamatan Panyabungan. Begitu jugalah nantinya yang terjadi di desa-desa lain jika praktek pembalakan liar ini tidak ditindak tegas.

Baca Juga :  Harga Beras Ikut Naik

“Untuk diketahui, Tor Siancing dan Aek Latong berada di atas Desa Lumban Dolok. Jika kawasan hutan di kedua tor tersebut digunduli, dipastikan suatu saat desa Lumban Dolok akan dilanda banjir besar lagi seperti kejadian tahun 2004. Pemkab Madina harus segera menghentikan semua kegiatan illegal logging di Madina. Bupati diminta segera mendesak pihak kepolisian menangkap pelaku illegal logging tersebut,” jelasnya.

Dia berharap Bupati jangan takut dengan pengusaha atau perusahaan jika itu salah, meskipun dibackingi oleh oknum aparat penegak hukum. “Tangkap semua pelaku illegal logging di Madina, sebelum hutan Madina hancur dan sebelum bencana alam besar muncul,” ujarnya.

Bupati Madina diminta untuk melakukan evaluasi dan pendataan ulang potensi hutan Madina. Sehingga diketahui jelas, mana kawasan yang sudah hancur dan mana kawasan yang harus dilindungi seperti Tor Siancing dan Aek Latong yang merupakan kawasan sumber air Aek Siancing yang menjadi sumber kebutuhan MCK masyarakat desa Lumban Dolok, yang harus dilindungi.

Sementara Kepala Dishutbun Madina Drs Maraondak Harahap yang dihubungi METRO mengenai penebangan kayu di Tor Siancing dan Aek latong Desa Lumbandolok, Kecamatan Siabu menyebutkan, pihaknya tidak ada memberikan izin penebangan atau pemanfaat kayu di desa itu.

“Tidak ada yang kita keluarkan izinnya itu,” sebut Maraondak lewat pesan singkatnya. (wan)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Di Dinas Pertamanan, Kebersihan, dan Pemadam Kebakaran P.Sidimpuan - THL Digaji Rp.18 Ribu per Hari

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*