Tanpa beking, Rahudman ketar-ketir!

WASPADA ONLINE

(Waspada Online/Aldamora Hutasuhut)

MEDAN – Apa yang menimpa Syamsul Arifin dalam kasus dugaan korupsi dana APBD Langkat 2000-2007 diperkirakan akan berdampak pada pencalonan Rahudman Harahap dalam suksesi Pilkada Medan 2010.

Menurut analis politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Ahmad Taufan Damanik, kasus yang menimpa Syamsul Arifin akan membuat Rahudman ketar-ketir. Selama ini, kata Taufan, publik tahu bahwa pencalonan Rahudman didukung kuat peranan politik dari Syamsul.

”Ya, bisa jadi Rahudman akan was-was karena ’orang dekatnya’ telah ditetapkan sebagai tersangka oeh KPK,” katanya. Apalagi, lanjutnya, kasus dugaan korupsi dana kas Sekda dan dana bantuan desa di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) senilai Rp1,5 milliar juga telah ditangani oleh pihak Polda Sumut, dengan ditangkapanya pemegang kas berinisial AT.

Karena itu, dengan banyaknya kasus-kasus yang menimpa orang-orang dekat atau orang-orang yang dinilai terkait dengan Rahudman, akan terus menjadi perhaitan pubik dan bisa menjadi santapan bagi lawan politiknya dalam Pilkada Medan 12 Mei mendatang.

”Ya, mau tidak mau, kondisi ini akan membuat Rahudman ketar-ketir karena dukungan yang selama ini dia dapatkan melemah,” nilai Taufan.

KPK incar Rahudman Harahap

WASPADA ONLINE
(medantalk.com)

MEDAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus memainkan perannya dalam meberantas serta mengupas pelaku-pelaku korupsi yang merugikan negara.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber Waspada Online di KPK, Rahudman Harahap, mantan kepala Dinas Pendapatan Tapanuli Selatan, juga menjadi incaran KPK. “Dalam waktu dekat ini, KPK akan panggil pak Rahudman terkait kasus dugaan korupsi setoran pajak Dispenda Tapsel sebesar Rp1,6 miliar,” kata sumber itu.

Sumber itu mengungkapkan bahwa Rahudman yang saat ini maju dalam Pilkada Medan 2010, akan panggil untuk menjalankan pemeriksaan atas kasus-kasus korupsi yang membawa nama mantan kadis pendapatan Tapsel,” katanya kepada Waspada Online, sore ini. Nama sumber itu diminta untuk dirahasiakan.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara sampai saat ini, terus mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus korupsi yang dilakukan pemegang kas Sekda Tapanuli Selatan 2005, Amrin Tambunan, yang saat ini telah menginap di sel tahanan Polda Sumut.

Ada dugaan Rahutman Harahap yang juga sempat menjabat Sekda Tapsel terindikasi terlibat dalam kasus korupsi dana bantuan desa dan dana kas daerah Tapsel sebesar 1,5 milliar, yang melibatkan Amrin Tambunan.

Untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus itu, Sat III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) saat ini masih berada di Polres Tapsel guna mencari bukti-bukti lain. “Kalau nanti Rahudman Harahap terbukti dan ada saksi terlibat, maka dia akan jadikan tersangka,” ungkap Kasat III AKBP Endri Prastiono, kepada Waspada Online.

Hal senada diungkapkan pelaksana harian humas Polda Sumut, MP Nainggolan. Kepada Waspada Online, dia menegaskan bawah tidak akan ada yang ditutup-tutupi dalam kasus ini. ”Kalau  memang Rahudman nantinya berdasarkan bukti dan saksi-saksi terlibat dalam kasus Tapsel ini, maka Rahudman akan ditahan,” ungkapnya.

Saat ini sudah 27 orang saksi sudah menjalani pemeriksaan di Sat III Tipikor Poldasu terkait kasus ini.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Ungkap dan sikat habis koruptor-koruptor di negeri ini, kalau sudah terbukti korupsi, harta kekayayaannya harus disita oleh negara sampai sikoruptor jadi miskin dan tidak dapat lagi menikmati hasil korupsinya, dengan demikian diharapkan yang lain mikir-mikir untuk melakukan korupsi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*