Tantang Duel Wartawan, Kadis PU Kab. Madina Dikecam ICW

Sikap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pertambangan, dan Energi (Pertamben) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang menantang deul seorang wartawan media cetak, Selasa (15/6) lalu, mendapat kecaman dari Pengurus Koordinator Daerah Indonesian Corruption Watch (ICW) Kabupaten Madina.

Wakil Ketua ICW Kabupaten Madina, Adi Malferi SPd, didampingi Sekretais Jenderal, Sudrahat Putra SH, yang ditemui METRO di Siabu, Sabtu (19/6) lalu, mengatakan, keduanya selaku pengurus ICW mengecam tindakan arogansi Kadis PU dan Pertamben Pemkab Madina, Ir H Abdollah Dalimunte, terhadap Maradotang Pulungan yang ingin meliput.

Menurut Adi Malferi, seorang pimpinan SKPD tidak layak menunjukkan sikap arogansi di muka umum, bahkan di hadapan para pegawainya. Sikap ini merupakan tindakan premanisme bukan lagi tindakan seorang birokrasi.

Sementara itu, Maradotang Pulungan mengaku, saat kejadian itu, hanya konfirmasi tentang data atau berkas proposal dari perusahaan-perusahaan yang telah mendaftar. Sebab, ada dugaan kalau berkas tersebut dibawa keluar Kabupaten Madina sekaligus penentuan pemenang tender dilakukan di luar kabupaten juga.

“Saai itu, Kadis ngomong sepert ini, apa maksudmu, apa maumu, kalau berani buka bajumu siapapun yang mati tidak ada tuntutan,” kata Maradotang menirukan ucapan Kadis PU.

Sementara itu, Kadis PU dan Pertamben yang dihubungi METRO lewat telepon selulernya, membenarkan kejadian yang terjadi Selasa (15/6) lalu.

“Wajar kalau saya marah, pasalnya dia banyak permintaan. Dan kalau soal data itu tidak bisa saya berikan, karena di kabupaten manapun tidak ada yang mau memberikan data itu kepada wartawan,” tukasnya.

Baca Juga :  Pemkab Tapsel Dapat Bantuan Ambulan dan Mobiler

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Tantang_Duel_Wartawan_Kadis_PU_Dikecam_ICW

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

5 Komentar

  1. WARTAWAN ADALAH PROFESI YANG BERMARTABAT..
    JUNJUNG TINGGILAH MARTABAT PROFESI TSB….

    masak kena damprat cm karena konfirmasi data??????????????

    SEGITU BANYAKNYA WARTAWAN YG MINTA KONFIRMASI KE INSTANSI PEMERINTAH,
    KOK INI WARTAWAN YANG SAMPAI KENA DAMPRAT se-BEGITUH NYA ??????

    mohon maaf ya..
    kadang2 sebagian (oknum) WARTAWAN jaman sekarang ini memang….. dia kira dia itu inspektorat atau KPK.. eh ujung2nya duit.. alias UUD…. sama kotornya dengan oknum2 birokrat yng kotor itu
    bedanya hanya takdir saja.. yang satu jadi birokrat.. yg satu jadi wartawan.. kl OTAK SAMA KOTOR

    jadi JANGAN SOK LAH…. nanti DITANTANG ORANG… MEPER…!
    dan kl gak sanggup GAK USAHlah JADI WARTAWAN !

    gak mungkinlah ADA ASAP kl GAK ADA API ??????

    JADI JANGAN KALIAN RUSAK MARTABAT PROFESI WARTAWAN INI…!

  2. Kalau pejabat macam ini merupakan indikasi kinerjanya kurang baik , jadi ada kesan yang ditutup tutupi jadi wartawan semakin jeli melihat ada apa dibalik marah -marah tersebut , seyogianya diterima dengan kearifan malah di sambut dengan emosai marah marah , malahan cari lawan tanding berat berat tu lae.

  3. maaf,,pak bukan wartawan itu yang menjengkelkan,,
    tapi hanya saja Kepala PU itu takut yang dikabarkan itu tercium hangat oleh publik,,,

    kalau memang tidak betul klarifikasi donk,,,
    bukan dengan sikap seperti itu,,
    dia kan orang berpendidikan
    tunjukkin lah jangan kayak pereman pasar aja..

  4. itu sah2 saja. dansamapi saat ini pun berkas2 proposal yang mendaftar kadis pu nya pun tidak mengetahuinya. jd wajar saja publik tau sesuai dengan tuntutan uu no 14 tentang informasi public

  5. Kadang-kadang wartawan ini juga memang menjengkelkan. Coba lihat di televisi, wartawan yang mau ambil gambar… apakah itu juag bukan pelanggaran HAM…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*