Tapsel Butuh 1.139 PLTS untuk Warga di 22 Dusun Terpencil

Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) membutuhkan sekitar 1.139 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk warga yang mendiami daerah yang tidak terjangkau instalasi listrik, khususnya untuk 22 desa atau dusun yang terpencil.

Demikian disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pertambangan dan Energi (Tamben) Tapsel, Ir Baduaman Siregar MM, kepada METRO, belum lama ini, di ruang kerjanya.

63818818e85e3866f106c602d1452d02e17a056 Tapsel Butuh 1.139 PLTS untuk Warga di 22 Dusun Terpencil
Baduaman Siregar

“Tahun ini Pemkab Tapsel melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) akan mengupayakan keseluruhan PLTS dengan membuat permohonan,” kata Baduaman.

Baduaman menambahkan, sesuai dengan program Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, Kementrian Energi, dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan listrik di

desa-desa terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik maka akan diupayakan dengan membangun PLTS.

“Kita sudah mengusulkan pengadaan PLTS melalui proposal kepada pemerintah pusat. Tujuannya, agar kebutuhan listrik di desa atau dusun di Tapsel dapat terpenuhi,” katanya.

Baduaman menegaskan, untuk desa dan dusun di Sipirok sudah mendapatkan bantuan PLTS secara bertahap dalam 3 tahun terakhir. Namun, khusus untuk Desa Batu Satail, yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan kondisi rusak, akan tetap diupayakan untuk diperbaiki dalam waktu dekat, agar dapat dimanfaatkan kembali. “PLTMH di Desa Batu Satail yang kabarnya sedang rusak, akan kita upayakan secepatnya diperbaiki,” pungkasnya.

Adapun 22 desa di Tapsel yang sama sekali belum pernah merasakan listrik dan sedang diusulkan melalui proposal adalah Desa Pintupadang 53 unit, Rahuning Julu 22 unit, Sigiring-giring 63 unit, Sungai Pining 72 unit, Baringin Tua 54 unit, Batu Hombang 23 unit, Tambiski 32 unit, Pinarik Baru 17 unit, dan Silakkitang Julu 22 unit. Dan keseluruhan desa tersebut berada di Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH).

Baca Juga :  Saling Pukul dan Kejar-kejaran - Demo Minta Bupati Copot Direktur RSUD Paluta Ricuh

Sedangkan di Kecamatan Aek Bilah, antara lain Desa Aek Jahengna 19 unit, Silakkitang 51 unit, Siborangan 15 Kunit, Silayang-layang 26 unit, Huta Baru Lobu Layan 26 unit, Hasahatan 21 unit, Ramba Padang 48 unit, Botung 26 unit, dan Pagaran Julu 19 unit.

Lalu, dari Kecamatan Batang Toru ada Desa Horing 70 unit , Kecamatan Angkola Selatan, Desa Palang 160 unit, dan Simaronop Julu 200 unit, terakhir Desa Trans Muara Upu di Kecamatan Muara Batang Toru sebanyak 100 unit. (ran)

No Nama Desa Jlh PLTS
1. Pintupadang 53 unit
2. Rahuning Julu 22 unit
3. Sigiring-giring 63 unit
4. Sungai Pining 72 unit
5. Baringin Tua 54 unit
6. Batu Hombang 23 unit
7. Tambiski 32 unit
8. Pinarik Baru 17 unit
9. Silakkitang Julu 22 unit
10. Aek Jahengna 19 unit
11. Silakkitang 51 unit
12. Siborangan 15 unit
13. Silayang-layang 26 unit
14. Huta Baru Lobu Layan 26 unit
15. Hasahatan 21 unit
16. Ramba Padang 48 unit
17. Botung 26 unit
18. Pagaran Julu 19 unit
19. Horing 70 unit
20. Palang 160 unit
21. Simaronop Julu 200 unit
22. Trans Muara Upu 100 unit
Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Tapsel.

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Sejumlah Bangunan Milik Martabe Terancam Dibongkar

11 Komentar

  1. Wah makin seru aja… ini negara bebas… dan sebagai warga negara berhak memberikan pendapat, pemikiran, kritikan yang sifatnya membangun… Sebagai pejabat?? ya harus siap menerima kritikan itu dong bung hasibuan…. Kritikan kan bukan berarti membenci??? tapi kritikan itu kan untuk membangun dan saling mengingatkan satu sama lain bahwa ada sesuatu yang memerlukan perhatian… he.eha.a itu sih menurutku tentan kritikan he.aha..
    Jadi kalau masalah ada yang salah, benar / baik saat periode Pemda Tapsel yang lewat, yang jelas itu udah merupakan bahagian liku2 dari perjalaan Tapsel untuk menuju lebih baik…. ya.. yang benar harus kita benarkan dan yang salah ya harus diperbaiki dan perlu di komentari dengan saran yang baik menurut pemikiran masing2lah he.aa.a.a.. masalah pas atau tidak pas pemikiran dan kritikan itu.. biarlah yang pas diambil dan pemikiran yang tidak pas dibuang kelaut he.aha.a.a.. ya berpikiran positiflah…

    horas bah…Baduaman Siregar… sementara mar Appara ma jo hita ate.. harana Siregar do paong lakkam… alai dang hurang tangkas siregar aha ate he.aaa.a. alai daba sonang do roha mambege komentar ni Appara i…
    Molo masalah Perintah do… dang urusanta i appara.. alai anggo masalah mengusulkon dohot memberi pendapat kan wahar2 saja itu appara….. Namanya juga harapan.. ya harus diusahakan entah apa lah istilahnya itu… mau appara bilang MEMERINTAH kek.. mau dibilang APpara “Seenaknya memerintah kek” ha.a..aa. yang jelas Masyarakat Marancar saat ini appara… sangat memerlukan penerangan Listrik disana yang saat ini sangat memerlukan khsusunya di Marancar Bagian Timur….
    Jadi ima jo ate appara BADUAMAN SIREGAR…. Mangido maaf malo menurutmu songon na mamerintah he.aa.a. alai jujur Masyarakat Berharap sekali akan penerangan Kelistrikan yang lebih baik… lagian kalau bukan ke Petuga sang bersangkutan… lantas kemana lagi he.aha.a..a. ate appara he.aha.a.a.a..
    horas bah…
    Tk Pinayungan Siregar

    Tk Pinayungan Siregar

  2. HAHHAHAHAAA. Beginilah potret daerah TAPSEL yang Tak Pernah Selesai HAHAHAHAA
    Mangecet pe marsamburetan. Maklum mada, alumni SD do. Oalaahhh..

  3. Pinayungan terima kasih atensinya terhadap saya, ini memang saya Ongku P Hasibuan, saya memang tidak bisa apa2 saya meninggalkan Tapsel dengan depisit 78 Milyar yang belum pernah terjadi sebelumnya, saya tobat minta ampun apa lagi ngebayangin KPK sdh di depan mata waduhhhhhhh pusing…………..

  4. Saya yakin yang komentar atas nama Ongku P Hasibuan bukan beliau, melainkan orang pengecut yang berpikiran sempit dan yang tidak berani menampakkan diri….. Janganlah membesar-besarkan masalah putra daerah ?
    Dengan adanya pemekaran pemerintahan, apakah Sipirok, Angkola, Batangtoru, Padang bolak, Barumun, Mandailing. …….sekarang kita sudah tidak bersaudara ……….???!!! (mohon pencerahan)

    Saya bahkan anda belum tentu lebih hebat daripada beliau……… apakah anda yakin bahwa setelah tidak menjabat Bupati, sekarang ini beliau sudah menjadi penganguran………

  5. Mana mungkin aku terpilih lagi, selama 5 tahun saya banayk melakukan penjaliman terhadap Tapsel khususnya orang sipirok, karma ini sama aku lagi pula saya bukan orang tapsel saya kan orang padang lawas saat ini saya masih nganggur…………………………pusing pusing…….

  6. eeeehhhhh…. Badu dan Kadis Lanksanakan saja…. Mau ku MUTASI yah… untuk Ongku… tenanglah amang 5 tahun lagi masih ada kesempatan yah….?

  7. Boz Feber ibi cerewet bangat, Saya juga berhenti jadi bupati karena tak kuat menghadapi perintah dan ceretnya beliau…………..setiap hari

  8. Bos Feber, anda ini main perintah aja undah lebih hebat dari bupati emang kerjaaku hanya ngurus marancar aja,,,,,,,,,,,,,,,

  9. bapak Kepala Dinas (Kadis) Pertambangan dan Energi (Tamben) Tapsel, Ir Baduaman Siregar MM yang terhormat…

    Kalau Saya Rakyat ini boleh usul — untuk wilayah Kec. Marancar… khususnya di Marancar Timur… tolong bantu pak diupayakan PLTA bersekala kebutuhan khusus Kec. Marancar bagian TImur… karena SDA disana sangat memungkinkan ada PLTA… kalau memang ada PLTS juga sih tidak jadi masalah… tapi tentunya kalau dilihat dari letak geografis, SD.ALam pegunungan dan berbukit serta banyak aliran sungai dicelah bukit yang ada disana lebih tepat PLTA berskala menengah kebawah…. sekaligus memperbaiki pengairan persawahan.
    Kasihan pak.. di wilayah ini hampir tiap hari mati listrik… bahkan hidupnya juga tidak menentu he.aha.a.a… jadi tolong diperhatikan pembangungan PLTA berskala 700 kw hingga 1500 kw…

    Horas…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*