Tapsel Diharapkan Mampu Imbangi Produksi Ikan Mas Pasaman

MedanBisnis –Tapsel. Pemkab Tapsel diharapkan mampu mengimbangi produksi ikan mas yang berasal dari Kabupaten Pasaman Sumatera Barat (Sumbar), yang ditengarai mampu memproduksi ikan mas 20 ton per harinya. Dan telah merambah propinsi tetangga seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi dan Bengkulu. Tak itu saja Pemerintahnya juga berupaya membuka pasar baru dengan menjajaki pasar di Aceh.

“Betapa sejahteranya rakyat Kabupaten Pasaman khususnya masyarakat kecamatan Kecamatan Panti, Padang Gelugur, Rao dan Rao Selatan selaku sentra pengembangan ikan mas di Pasaman,” kata salah seorang warga Sipirok, Yusuf Siagian kepada MedanBisnis, Kamis (7/6).

Dikatakannya, dalam sehari mereka mampu mencicipi peredaran uang sebanyak Rp 300 juta dari produksi ikan mas dengan asumsi harga jual ikan mas Rp 15.000 per kg dikalikan 20 ton. “Angka ini belum termasuk peredaran uang dari sektor bisnis lainnya. Kondisi itu membuat angka pengangguran di daerah itu berkurang,” jelasnya.

Yusuf menambahakan, Pemkab Tapsel yang dikenal mempunyai lahan luas dan memiliki Danau Siais untuk dikelola menjadi sentra pengembangan industri ikan air tawar diharapkan mampu dan dapat merangsang petani sehingga menjadi andalan.  Apalagi, Pemkab Tapsel hampir setiap tahun membangun kolam pendederan ikan dengan nilai yang besar.

Seharusnya kata Yusuf, Pemkab Tapsel malu dengan capaian yang dihasilkan Pemerintah Pasaman yang mampu meransang warganya untuk memproduksi ikan mas hingga puluhan ton. Karena kultur areal pertanian di Tapsel tak kalah dengan yang ada di Pasaman. Persoalannya sekarang tinggal kemauan pemerintah dan warganya.

Baca Juga :  Jalan Lintas Pantai Barat Madina Longsor di Dua Titik

“Sepengetahuan saya, produksi ikan mas di Pasaman mampu menembus pasar luar daerah, karena pemerintahnya melakukan pembinaan dan perkuatan modal usaha dan juga bisa menekan harga pakan sehingga lebih murah,” jelasnya.

Dengan pembelian pakan murah kata dia, membuat biaya produksi petani jadi lebih murah, sehingga mampu menciptakan persaingan harga jual.

Ketika dihubungi lewat selular, Kepala Dinas Perikanan Tapsel Armein Reysa Pane belum memberikan jawaban seputar terobosan yang akan dibuat untuk menggenjot produksi ikan air tawar termasuk ikan mas sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tapsel.

Sementara itu, Ketua Bappeda Tapsel Mohammad Aswan Hasibuan, mengatakan untuk menerobos produksi ikan mas di Tapsel, pihaknya akan melakukan pemberdayaaan masyarakat. “Kita memiliki Danau Siais sebagai danau nomor 2 terbesar di Sumut, potensinya luar biasa, kenapa tidak kita kembangkan mengingat infrastruktur ke daerah ini sudah lebih bagus dari tahun sebelumnya,” kata Aswan. ( ck 03)

Sumber: medanbisnis.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*