Tapsel Harus Bangkit dari Keterpurukan

P.Sidimpuan, (Analisa)

mylensa 691 Tapsel Harus Bangkit dari Keterpurukan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) harus bangkit dari keterpurukan agar dapar mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah tingkat dua lainnya.

“Mari bersatu mengejar keterpurukan yang tengah membelenggu kita ,” ujar Calon Bupati Tapsel H Syahrul Martua Pasaribu dihadapan ratusan massa dalam acara silaturrahim di lorong I Desa Ampolu, Rianiate II, Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), baru-baru ini.

Dikatakan, mengacu pada kondisi infrastruktur jalan, pendidikan serta kesehatan, pembangunan Tapsel sudah jauh tertinggal dibanding daerah tingkat II lainnya di Sumut dan bila tidak segera dilakukan pembenahan manajemen kepemimpinan maka daerah ini akan semakin jauh tertinggal.

“Lebih lima puluh persen jalan-jalan di Tapsel rusak berat. Bahkan masih banyak lagi desa-desa terpencil di Tapsel yang belum bisa dijangkau kenderaan seperti di daerah Kecamatan SD.Hole, Sipagimbar, Tano Tombangan, Angkola Selatan, Angkola Barat, Muara Batang Toru, dan lainnya.”

Selain jalan, kondisi sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan juga masih sangat minim terlihat dari masih banyaknya daerah khususnya kawasan terpencil tidak memiliki bangunan sekolah baru, puskesmas atau pustu.

“Ini kondisi yang memprihantikan dan perlu dicari jalan keluarnya sehingga keterpurukan ini tidak semakin berlarut-larut, “tuturnya.

Syahrul menilai, pembangunan sebuah daerah bisa cepat maju jika pemimpinnya sosok yang mampu melakukan lobi atau pendekatan kesemua pihak.

“Uang itu banyak di Propinsi dan Pusat, bagaimana agar uang itu mengucur ke daerah itu tergantung kepala daerahnya melakukan pendekatan,” kata Syahrul.

Baca Juga :  Masih Ada Bangunan SD Mirip Kubangan Kerbau di Sidimpuan

Pemimpin yang bijaksana katanya adalah sosok yang berjiwa membangun dan mampu melakukan pendekatan-pendekatan kesemua lini baik tokoh-tokoh masyarakat, pemuda, alim ulama, mahasiswa, maupun muspida dan DPRD serta pemerintah Propinsi dan Pusat. “Menjalankan amanah rakyat itu bukan gampang, selain mampu bertanggungjawab terhadap rakyat juga harus mampu bertanggungjawab kepada Yang Maha Kuasa,” sebutnya.

Diharapkannya, dalam pemilukada, 12 Mei 2010 mendatang masyarakat jeli memilih pemimpin karena bila salah memilih resikonya akan ditanggung selam lima tahun kedepan.

“Jangan ibarat membeli kucing didalam karung, pilihlah pemimpin yang betul-betul bijaksana dan mampu membanguan Tapsel kerah yang lebih baik, “katanya. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

4 Komentar

  1. apa!!!! calon bupati tapsel marganya Pasaribu sepertinya kalau saya sih lebih suka memilih yang marga kebanyakan di TApsel… Harahap… Siregar… Nasution… Lubis ..dll..lagi pula coba cermati lagi perkataan calon bupati kita tersebut…”UANG ITU BANYAK DI PROPINSI DAN PUSAT,BAGAIMANA AGAR UANG ITU MENGUCUR KE DAERAH TERGANTUNG KEPALA DAERAHNYA MELAKUKAN PENDEKATAN”..he..he bapak calon Bupati…Dana bisa mengalir dari pusat bukan karena hubgungan pertemanan..tapi bagaimana anda membuat program yang tepat dan berguna nagi masayarakat..”UANG”???…….

  2. Setuju dengan komentar sebelumnya, Penonton pasti merasa lebih pintar dari pemain, tapi kalau sudah jadi pemain belum tentu lebih bagus dari pemain sebelumnya, saya berterimakasih kepada Buapti Ongku P. Hasibuan selama 5 tahun kepemimpinannya sudah banyak membawa perubahan di Tapsel khususnya di daerah saya Kec. Batangtoru. Saya selaku penonton menilai bapak Ongku P.Hasibuan orangnya bersih / tidak korup, orangnya sederhana dan rendah hati, keteladanan pak Ongku telah banyak membawa perobahan di jajaran pegawai pemkab Tapsel yang sebelumnya minta dilayani, sekarang perilakunya lebih melayani masyarakat.

  3. Sejujurnya saya melihat selama 5 tahun terakhir dibawah kepemimpinan Bupati yang sekarang (Ir.Ongku P.Hasibuan, MM)sudah banyak perubahan, daerah2 terisolir sudah banyak yang terbuka, terutama perubahan di Birokrasi yang semakin bagus. KALAU MASIH CALON MUDAH MENILAI (NGOMONG), TAPI KALAU SUDAH JADI BUPATI BELUM TENTU LEBIH BAIK/ TIDAK SEMUDAH YANG DIOMONGKAN.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*