Tapsel Miliki PLTA Berkapasitas 510 MW

plta Tapsel Miliki PLTA Berkapasitas 510 MWTapsel, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), segera memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar di Pulau Sumatera berkapasitas 510 mega watt.

“PLTA itu rencananya akan beroperasi paling cepat 2019 dan paling lama akhir 2020, “ujar Direktur PT Nort Sumatera Hydro Energi Budi Susilo disela-sela acara penyambutan bulan suci Ramadan di Pondok Pesantren Syekh Ahmad Basyir, Desa Sipenggeng Kecamatan Batangtoru, Kamis (11/6).

Dikatakan, pembangunan PLTA itu menginvestasikan dana lebih kurang Rp 20 triliun.

“Lahan yang sudah dibebaskan seluas 400 hektar, saat ini sedang dilakukan negosiasi dengan PT Perusahaan Listrik Negera (PLN) tentang besaran harga yang akan dibayarkan bila perusahaan tersebut beroperasi,“ terangnya.

Dijelaskan, bila rencana pembangunan PLTA itu terealisasi, maka kebutuhan listrik di Pulau Sumtaera khususnya di Sumatera Utara akan tertutupi, mengingat daya yang dihasilkannya sangat besar.

“Saya dapat memastikan, bila PLTA ini beroperasi, maka pasokan Sumatera terutama di Sumut terpenuhi, karena PLTA ini merupakan terbesar di Sumatera,” terangnya.

Ditambahkan, meski PLTA yang akan dibangun itu berskala besar, namun tidak akan mengganggu kenyamanan masyarakat atau hewan-hewan dilindungi di dalam kawasan yang dibebaskan, seperti harimau Sumatera.

Untuk itu, perusahaan akan melakukan kerjasama dengan sejumlah Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) untuk menangani kelestarian makhluk hidup yang ada di kawasan yang sudah dibebaskan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Kilasan Peringatan HUT ke-65 Kemerdekaan RI Di TABAGSEL

Lebih lanjut dikatakannya, perusahaan juga akan membangun terowongan sepanjang 12 kilometer dan bendungan.

“Sebelum melakukan pembangunan, kita akan terlebih dahulu menormalisasi Sungai Batangtoru,“ katanya.

Diharapkannya, masyarakat dapat memebrikan dukungan penuh sehingga pembangunan PLTA itu cepat terwujud,” ujarnya.

Sudah Dilepas

Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu menjelaskan, kawasan yang sudah dilepaskan meliputi wilayah Kecamatan Sipirok, Marancar dan Batangtoru.

Diceritakannya, rencana pembangunan PLTA tersebut sudah dimulai pada saat dia mulai memimpin Tapsel.

Saat itu, salah seorang rekannya menawarkan investasi dibidang listrik. Lebih lanjut dia mengatakan, Pemkab Tapsel akan mendukung seluruh investasi yang akan ditanamkan investor ke wilayah, sebab, dengan banyaknya investor maka ketersediaan lapangan kerja akan semakin banyak.

“Saya pastikan tenaga kerja yang akan dipakai perusahaan diutamakan dari warga sekitar,“ terangnya.

Syahrul mengatakan, sebagai bentuk dukungan kepada pembangunan PLTA itu, pemerintah akan mempercepat seluruh izin yang diperlukan. “Saya berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar mendukung program itu”. (hih)


(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*