Tapsel perlu genjot sektor pertanian

MEDAN – Kalangan pengusaha di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara berharap pada pemerintah di daerah tersebut perlu menggenjot sektor perikanan yang dinilai memiliki potensi cukup besar untuk mensejahteran kehidupan nelayan.

“Mengingat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memiliki wilayah perairan laut yang cukup luas, selama ini belum seluruhnya tergarap masyarakat di daerah itu,” kata seorang pengusaha Tapsel, E.L Ritonga, di Padang Sidempuan, belum lama ini.

Potensi perikanan di daerah tersebut, menurut dia, tidak kalah dengan Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Oleh karena itu, kata Ritonga, Pemerintah Kabupaten Tapsel perlu memberikan bantuan modal berupa alat penangkap ikan dan perahu nelayan sehingga bisa beroperasi untuk mencari ikan di laut.

Sebab selama ini, ikan-ikan yang ada di perairan Tapsel, misalnya di Batang Toru dan daerah lainnya, justru banyak yang ditangkap nelayan Sibolga dan Tapteng.

Padahal, jelasnya, nelayan Tapsel juga ada.”Ini lah yang menjadi tanda tanya bagi kita, kenapa terjadi seperti ini.Berarti nelayan Tapsel sangat sedikit, perlu ditambah lebih banyak lagi,” kata mantan artis dan penyanyi yang pernah terkenal di Ibukota Jakarta itu.

Ritonga mengatakan, Kabupaten Tapsel ini, tidak hanya mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, tetapi juga perlu membangun sektor perikanan, karena daerah itu memiliki ikan yang cukup banyak.

Jenis ikan yang terdapat di perairan Tapsel itu, misalnya ikan tuna, ikan kerapu, ikan kakap, udang kelong dan lainya, seluruhnya bisa di ekspor ke luar negeri.”Ini jelas akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Tapsel, sehinggga pembangunan di daerah itu akan semakin meningkat dan maju,” kata pengusaha hotel tersebut.

Baca Juga :  Liverpool: Torres Memang Minta Dijual

Selanjutnya dia mengatakan, masyarakat Tapsel juga perlu merubah pola lama yang selama ini, yakni hanya ingin menjadi petani, tetapi juga harus bisa jadi nelayan yang handal.

“Perairan Tapsel juga banyak menyimpan potensi perikanan, sumber hayati yang tedapat di dasar laut, belum sepenuhnya tergarap dan dikelola masyarakat,” kata Ritonga yang juga Wakil Bendaara PB Parsadaan Ritonga Dohot Boruna.

Produksi ikan
Sementara itu, data yang diperoleh menyebutkan, produksi ikan yang dihasilkan dari penangkapan di perairan umum lebih banyak dari pada yang diperoleh dari budidaya air tawar.

Produksi ikan dari perairan umum yang paling banyak didapatkan di danau yaitu sekitar 62,26 persen.Jumlah nelayan yang bekerja di perairan umum juga lebih banyak dari yang bekerja di laut.Nelayan di perairan umum berjumlah 1,093 keluarga dan yang bekerja di laut sekitar 65 keluarga.

Sedangkan, produksi padi sawah pada tahun 2009 meningkat menjadi 152,771 ton.Produksi padi ladang mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Penurunan produksi padi ladang mancapai 12, 12 persen.Secara keseluruhan jika dibandingkan dengan tahun 2008, produksi padi (padi sawah + padi ladang) mengalami peningkatan sebesar 1,54 persen.

Waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  10 Bides Kota Padangsidimpuan Terima Kendaraan Dinas Roda Dua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*